Kementerian ESDM Raih Penghargaan Terbaik Ke-3 soal Tata Kelola Arsip

Nurcholis Maarif - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 15:17 WIB
Kementerian ESDM Meraih Penghargaan Tata Kelola Arsip
Foto: Kementerian ESDM
Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meraih peringkat III kategori kementerian dalam hal kegiatan pengawasan kearsiapan tahun 2020 dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Nilai pengawasan kearsipan Kementerian ESDM tahun 2020 masuk pada kategori AA atau sangat memuaskan.

Penilaian dilakukan terhadap empat aspek, yaitu aspek Kebijakan Kearsipan, Aspek Pembinaan Kearsipan, Aspek Pengelolaan Arsip Dinamis, dan Aspek Sumber Daya Kearsipan. Adapun anugerah kearsipan ini diserahkan secara langsung oleh Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo didampingi Plt Kepala ANRI, M. Taufik.

Berdasarkan pengawasan kearsipan tahun 2020, capaian tiga besar nilai tertinggi pada instansi pemerintah pusat kategori kementerian didapatkan oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Kementerian ESDM.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan pihaknya berkomitmen melakukan pengelolaan arsip dengan tertib dan akuntabel sehingga meningkatkan pelayanan dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi.

"Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dan konsistensi pengelolaan kearsipan yang diterapkan secara baik oleh seluruh unit di lingkungan Kementerian ESDM," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (10/6/2021).

Sebagai informasi, pada malam puncak peringatan Hari Kearsipan ke-50 tahun 2021 tersebut, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta pengelolaan arsip berbasis digital agar selaras dengan kemajuan teknologi. Hal tersebut disampaikan Jokowi secara daring pada malam puncak peringatan hari kearsipan ke-50 tersebut.

"Tinggalkan cara-cara lama dalam pengarsipan yang pengelolaannya tidak efisien, akses yang lamban butuh waktu lama untuk menemukannya, dan juga penyimpanan yang tersebar di mana-mana," kata Jokowi.

Jokowi menginginkan adanya inovasi pengarsipan bukan semata untuk memenuhi kebutuhan pemerintah, tapi menyentuh tema-tema publik dalam jangka panjang dengan mengutamakan aspek keamanan.

"Inovasi adalah kunci kemajuan. Yang pasti terhadap teknologi harus segera dilakukan. Membuat layanan arsip yang cepat harus menjadi prioritas, arsip yang nyaman bagi publik harus disiapkan, ruang pelibatan publik dan komunitas dalam pengarsipan harus didorong," jelasnya.

Sistem informasi pengarsipan, kata Jokowi, harus dinamis agar pengarsipan bisa lebih terintegrasi efisien dan efektif. Menurutnya, pengelolaan arsip yang makin baik akan menjadi landasan pemerintah dalam membuat kebijakan yang tepat.

"Arsip juga menjadi cara mendokumentasikan kekayaan kebudayaan bangsa," tegas Jokowi.

Sebagai informasi, pada tahun ini gelaran penghargaan tersebut diikuti oleh 34 kementerian, 32 lembaga tinggi negara, lembaga setingkat kementerian, lembaga nonstruktural dan 27 lembaga pemerintah nonkementerian.

(ncm/ega)