KSAL Ingatkan Jajaran Fokus Anggaran untuk Operasional-Perawatan KRI

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 11:36 WIB
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Renaku (Perencanaan dan Anggaran Keuangan) I TNI Angkatan Laut TA. 2021 di Auditorium, Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (9/6/2021).
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono (dok. TNI AL)
Jakarta -

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengingatkan jajarannya agar ada penggunaan anggaran fokus untuk operasional dan pemeliharaan kapal perang Republik Indonesia (KRI) yang siap operasi dan tempur pada 2022. Yudo juga menyampaikan soal reformasi birokrasi yang wajib dilakukan tiap komandan satuan di jajaran TNI AL, agar terwujud zona integritas.

"Hindari kebijakan dan kegiatan yang berseberangan dengan pemerintah. Baik pada level pengajaran di lembaga pendidikan maupun di level operasional, serta teritorial," ujar Yudo seperti dikutip detikcom dari situs resmi TNI AL, Kamis (10/6/2021).

Yudo menyampaikan hal itu saat membuka Rapat Koordinasi Perencanaan dan Anggaran Keuangan (Rakor Renaku) I TNI AL tahun anggaran 2021 di auditorium Denma Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim), Rabu (9/6).

Yudo juga menyampaikan program prioritas TNI AL pada 2022 adalah meningkatkan kesiapsiagaan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT). Selain itu, meningkatkan kesejahteraan prajurit dan keluarganya.

Target lain, lanjut Yudo, adalah pemenuhan kebutuhan prajurit dan memaksimalkan kehadiran TNI AL di tengah masyarakat. Yudo sebelumnya menyampaikan TNI AL harus sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam bertugas.

"Sejalan penekanan Presiden RI untuk melaksanakan kegiatan yang berorientasi pada hasil yang dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat," tegas Yudo.

Kegiatan Rakor Renaku I merupakan penyelarasan yang pertama terhadap konsep perencanaan dan anggaran 2022, yang telah disusun. Konsep rencana kerja anggaran (RKA) merupakan produk hasil kerja sama dari seluruh bagian baik secara top down maupun bottom up berupa masukan rencana kebutuhan dari satker-satker yang ada di bawah jajaran unit organisasi TNI AL.

Masih segar di ingatan, salah satu kapal selam milik TNI AL, KRI Nanggala-402, tenggelam pada kedalaman 838 meter di perairan Bali pada 21 April 2021. Sebanyak 53 prajurit terbaik TNI AL di dalamnya dinyatakan gugur.

(aud/tor)