ICW: Dalih MA Sunat Vonis Eks Bupati Talaud Tak Bisa Diterima Akal Sehat

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 05:45 WIB
Kurnia Ramadhana
Kurnia Ramadhana (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritik Mahkamah Agung (MA) karena menyunat vonis eks Bupati Kepulauan Talaud, Sri Wahyumi Manalip, dari 4,5 tahun menjadi 2 tahun penjara. ICW menilai alasan MA memotong hukuman Sri Wahyumi karena barang suap belum diterima tak bisa diterima akal sehat.

"Terobosan hukum yang dijadikan dalih oleh Mahkamah Agung ketika memperingan hukuman mantan Bupati Talaud dalam putusan Peninjauan Kembali (PK) sangat janggal dan tidak bisa diterima oleh akal sehat," kata peneliti ICW, Kurnia Ramadhana kepada wartawan, Rabu (9/6/2021).

Kurnia kemudian menjelaskan 3 hal perihal suap. Pertama, dalam kasus suap barang tidak harus sudah ada di tangan penerima, namun merujuk pada adanya kesepakatan.

"Pertama, dalam konstruksi pasal terkait dengan penyuapan (Pasal 12 huruf a UU Tipikor), disebutkan bahwa penerimaan uang/barang tidak mesti diterima secara langsung oleh seorang penyelenggara negara, melainkan jika sudah ada kesepakatan sebelumnya tetap dapat diproses hukum," jelas Kurnia.

"Kedua, hukuman yang dijatuhkan kepada terpidana lebih rendah ketimbang pidana penjara minimal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf a UU Tipikor. Bayangkan, pasal tersebut mengatakan bahwa majelis hakim hanya dibenarkan menjatuhkan vonis diantara rentang waktu 4-20 tahun penjara atau seumur hidup kepada pelaku korupsi. Alih-alih itu dilakukan, MA malah memperingan hukuman menjadi 2 tahun penjara," imbuhnya.

Selain itu, Kurnia mengatakan hukuman Sri Wahyumi lebih ringan dari pada perantara suap. Hal itu dipertanyakan oleh ICW.

"Ketiga, hukuman Bupati Talaud jauh lebih rendah ketimbang perantara suap, yakni Benhur Lalenoh. Dalam logika hukum pidana, bagaimana mungkin pelaku dengan level perantara hukumannya lebih berat ketimbang penerima suap yang notabene juga merupakan seorang penyelenggara negara?" tegasnya.

Simak selengkapnya di halaman berikut

Saksikan video 'Balada Eks Bupati Sri Wahyumi, Bebas dari Bui-Diciduk KPK Lagi':

[Gambas:Video 20detik]