Berapa Efektivitas Vaksin Sinovac? Ini Penjelasannya

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 12:31 WIB
Efektivitas vaksin Sinovac diatas 90 persen menurut kajian Kemenkes.
Efektivitas vaksin Sinovac disebut di atas 90 persen (Foto: BBC World)
Jakarta -

Efektivitas vaksin Sinovac melawan penularan Corona disebut lebih dari 90%. Vaksin ini diketahui jadi salah satu jenis vaksin yang paling banyak digunakan di Indonesia.

Diketahui vaksin Sinovac sudah mendapatkan persetujuan penggunaan darurat atau emergency use listing (EUL) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak 1 Mei lalu.

Berikut hasil kajian Kemenkes soal efektivitas vaksin Sinovac:

Efektivitas Vaksin Sinovac Lebih dari 90 Persen

Melansir dari laman resmi sehat negeriku Kemenkes, Rabu (9/6/2021), disebutkan vaksin Sinovac memiliki efektivitas melawan infeksi COVID-19. Hal itu disampaikan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI usai melakukan kajian cepat soal efektivitas vaksin Sinovac.

Kajian dilakukan terhadap tenaga kesehatan di DKI Jakarta untuk mengukur efektivitas terhadap infeksi COVID-19 baik perawatan maupun kematian. Hasilnya, vaksin Sinovac dapat menurunkan risiko dan mencegah COVID-19 bergejala, bahkan mencegah kematian hingga 98 persen.

"Vaksinasi menurunkan risiko perawatan dan kematian sampai 98%, jauh lebih besar dibandingkan pada individu yang baru menerima dosis pertama dimana hanya efektif menurunkan sekitar 13% risiko COVID-19 bergejala "kata Ketua Tim Peneliti Efektivitas Vaksin Kemenkes Pandji Dhewantara, saat konferensi pers virtual, Rabu (12/5).

Kajian Efektivitas Vaksin Sinovac Libatkan Nakes

Kajian cepat terkait efektivitas vaksin Sinovac dilakukan mulai 13 Januari hingga 18 Maret 2021 lalu terhadap tenaga kesehatan di DKI Jakarta. Mereka yang diteliti ada dalam dua kelompok, yakni yang belum maupun sudah divaksin (dosis pertama atau sudah lengkap).

Ada 128.000 tenaga kesehatan di atas usia 18 tahun yang dipilih sebagai obyek kajian, di mana 60 persen di antaranya perempuan dengan rentang usia 30 tahun.

Dapat disimpulkan, hasil kajian menyebut efektivitas vaksin Sinovac dapat menurunkan atau bisa mengurangi risiko COVID-19 sebanyak 94 persen, mencegah risiko perawatan sekitar 96 persen, dan mencegah kematian sekitar 98 persen.

"Hal itu menunjukkan bahwa vaksinasi lengkap itu sangat disarankan karena vaksinasi pemberian dosis pertama itu belum cukup melindungi. Apabila masyarakat sudah menerima vaksinasi penuh atau lengkap itu akan jauh lebih efektif dalam menurunkan risiko COVID-19 baik perawatan maupun kematian," kata Pandji.

(izt/imk)