Blak-blakan Dubes RI di Malaysia

Dubes Ungkap Alasan PMI Malaysia Pakai Surat Bebas COVID Palsu

Deden Gunawan - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 11:20 WIB
Jakarta -

Selama pandemi COVID-19, pemerintah Malaysia menjalankan Operasi Benteng untuk mencegah kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) lewat jalur tak resmi. Operasi itu juga untuk mencegah masuknya PMI dari berbagai jalur tak resmi di sejumlah perbatasan.

"Praktiknya selalu saja ada yang berhasil menerobos," kata Duta Besar RI untuk Malaysia, Hermono, kepada Tim Blak-blakan detikcom. Uniknya, dia melanjutkan, di media sosial, seperti Facebook, banyak beredar penawaran jasa pulang dari Malaysia lewat jalur 'belakang'.

Hermono juga mengungkapkan ada beberapa PMI atau TKI yang akan pulang ke Indonesia menggunakan surat bebas COVID palsu. Modus itu dilakukan oleh mereka yang kehabisan bekal karena tak ajegnya jadwal penerbangan di masa pandemi.

"Ada yang sudah beli tiket dan tes PCR tapi tiba-tiba batal terbang, otomatis kan harus tes lagi. Tapi karena sudah kehabisan ongkos akhirnya ada yang nekat beli surat palsu. Ini kita jumpai di, antara lain, Batam," kata Hernowo.

Selain itu, di perbatasan dengan Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat, banyak pintu masuk ke Indonesia yang tidak resmi. Jalur tikus ini memudahkan WNI dari Malaysia padahal tanpa disadari mereka sudah terinfeksi virus Corona.

Karena itu, dia berharap Malaysia mau memperpanjang program kalibrasi untuk memulangkan PMI tanpa dokumen resmi dari yang seharusnya selesai akhir Juni hingga bulan-bulan berikutnya. Sebab, di tengah pandemi, apalagi lockdown, otomatis kondisi perekonomian Malaysia juga sulit sehingga banyak PMI ingin pulang. Bila program kalibrasi tak diperpanjang dikhawatirkan mereka akan menempuh berbagai cara, termasuk jalur tak resmi untuk kembali ke Indonesia.

"Ini biasa nih terjadi dari Johor ke Batam, pakai kapal-kapal kecil (tongkang)," terang Hermono, yang pernah menjadi pejabat di Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Kepala Perwakilan RI di Kuala Lumpur.

(ddg/jat)