Ketua MPR Ingatkan Pentingnya Bela Negara

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 22:01 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan walaupun sejak awal kelahirannya pada 76 tahun yang lalu, Pancasila telah ditasbihkan sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar negara, namun masih saja ditemui pandangan yang mempertanyakan, bahkan mengabaikan kehadiran Pancasila. Padahal, kedudukan Pancasila sebagai dasar negara memiliki pijakan legalitas yang kuat.
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengingatkan pentingnya bela negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya setiap warga memiliki kewajiban untuk ikut terlibat dalam upaya pertahanan dan keamanan negara.

Hal ini yang menjadi dasar bela negara ikut dirumuskan secara eksplisit dalam ketentuan konstitusi, sebagai hukum dasar yang menjadi pedoman bagi peraturan perundang-undangan di bawahnya.

Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pada Pasal 27 Ayat (3), bahwa Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.

"Sedemikian pentingnya bela negara, sehingga ia tidak saja menjadi hak, melainkan juga kewajiban setiap warga negara. Amanat ini dipertegas lagi pada Pasal 30 Ayat (1) yang menyatakan bahwa, tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Selasa (8/6/2021).

Oleh karena itu, Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan pihaknya akan menggelar Seminar Empat Pilar MPR RI, dengan menggandeng Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Trisakti dan Barisan Patriot Bela Negara.

Ia mengatakan kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud pengejawantahan amanat konstitusi pada pasal 30 ayat (2) yang menekankan bahwa usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh TNI dan Polri sebagai kekuatan utama, dan rakyat sebagai kekuatan pendukung.

"Amanat konstitusi ini tidak lahir tanpa referensi, namun berakar dari sejarah perjuangan bangsa. Tegak berdirinya NKRI sebagai bangsa yang berdaulat, adalah berkat dukungan dan pengorbanan segenap komponen bangsa. Sistem pertahanan keamanan negara yang kita bangun mengamanatkan dua hal, bahwa rakyat adalah bagian penting dari upaya bela negara, dan bahwa upaya bela negara harus menjadi tanggung jawab dan kerja bersama seluruh komponen bangsa, dan bukan semata-mata menjadi tugas TNI-Polri," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan Seminar Empat Pilar akan mengupas berbagai hal tentang bela negara. Utamanya tantangan bela negara yang semakin canggih dan kompleks seiring laju perkembangan zaman.

"Upaya bela negara tidak lagi hanya terfokus pada kekuatan fisik militer. Karena ancaman terhadap kedaulatan negara hadir dalam berbagai aspek, baik ekonomi, sosial-budaya, politik-ideologi, dan berbagai ancaman lainnya yang bersifat soft power," terang Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan spektrum konsepsi bela negara juga harus dimaknai dari sudut pandang yang lebih luas dan komprehensif. Salah satunya dengan menjaga dan melestarikan kebudayaan bangsa agar tidak diklaim oleh negara lain.

"Menjaga kedaulatan pangan nasional adalah bela negara. Mengkampanyekan gerakan cinta produk dalam negeri adalah bela negara. Menggalang aksi sosial-kemanusiaan di masa pandemi COVID-19, juga termasuk bela negara," pungkas Bamsoet.

(prf/ega)