Round-Up

5 Aksi Tipu-tipu Investasi Lucky Star Bikin Rugi Belasan Miliar

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 21:13 WIB
Pelaku Penipuan Investasi Bodong Lucky Star Inisial HS
HS, tersangka penipuan modus investasi bodong Lucky Star. (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Penipuan dengan modus investasi bodong Lucky Star diungkap Polres Metro Jakarta Barat (Jakbar). Nilai kerugian korban tak main-main, besarannya mencapai miliaran rupiah.

Dalam kasus ini, seorang wanita berinisial HS ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditangkap oleh polisi. Kepada polisi, HS mengaku memutar uang member-nya untuk memperkaya diri.

"Iya, jalan-jalan ke luar negeri, beli rumah, dan mobil mewah," kata HS sambil tertunduk kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Barat, Jalan S Parman, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (8/6/2021).

Dalam menjalankan penipuan ini, HS mengaku bekerja seorang diri. HS kini berstatus tahanan Polres Metro Jakbar.

Berikut ini 5 fakta soal tipu daya berkedok investasi bodong Lucky Star:

1. Seorang Member Tertipu hingga Rp 1 M Lebih

Seorang warga Jelambar, Jakarta Barat, KR (39), yang mengaku menjadi korban investasi bodong Lucky Star melaporkan penipuan ke Polres Metro Jakarta Barat. Korban mengaku mengalami kerugian sejumlah Rp 1 miliar.

Korban mengatakan investasi tersebut bernama 'Lucky Star' dan telah beroperasi selama 13 tahun lamanya. Dia mengaku baru bergabung dengan investasi tersebut sejak 2018.

"Jadi tergiur percaya karena program yang dijanjikan itu adalah trader-nya yang di Belgia itu yang mengelola dana kita dan dijanjikan keuntungan fix itu per bulan range sekitar Rp 4-6 juta," ujar KR kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Barat, Jalan S Parman, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (7/6/2021).

Dalam pengakuannya, korban menyatakan investasi tersebut berbasis forex yang nantinya dana tersebut dikelola dan diperdagangkan. Selain itu, korban dijanjikan akan menerima profit sebesar 6 persen setiap bulan dari dana yang diinvestasikan.

Selanjutnya, korban menyebutkan bahwa selama 6 bulan pertama ketika dia berinvestasi, profit yang dia dapatkan berjalan dengan lancar. Namun, ketika masuk bulan ketujuh, profit tersebut macet dan pihak 'Lucky Star' disebutnya banyak beralasan.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.