Polres Jaksel Gagalkan Peredaran 10 Kg Ganja-644 Gram Sabu, 5 Pelaku Diciduk

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 16:39 WIB
Polres Jaksel menggagalkan peredaran ganja 10 kg dan sabu 644 gram dalam sepekan terakhir.
Polres Jaksel menggagalkan peredaran ganja 10 kg dan sabu 644 gram dalam sepekan terakhir. (Dok. Polres Jaksel)
Jakarta -

Polres Metro Jakarta Selatan menggagalkan peredaran narkoba jenis ganja dan sabu dalam sepekan terakhir. Tota ada 5 tersangka yang berhasil ditangkap polisi.

Kasus ini bermula saat polisi mendapatkan informasi adanya pengedaran narkoba jenis ganja pada 25 Mei 2021 lalu. Saat itu pelaku berinisial DC berhasil diringkus petugas.

"Kita lakukan penangkapan DC dan ternyata didapatkan ada 5 bungkus kantong plastik yang dililit dengan lakban cokelat. Setelah melakukan penelusuran ternyata ini adalah benda berupa narkotika jenis ganja sebanyak kurang lebih 10 kg," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Aziz Andriansyah dalam keterangannya, Selasa (8/6/2021).

Dari penangkapan DC, polisi kemudian melakukan pengembangan. Hasilnya, dua pelaku lainnya berhasil diamankan.

"Kita amankan tersangka MH dan MYH. Dari keduanya disita ganja kurang lebih 2,4 kg," ujar Aziz.

Semalam, polisi berhasil menangkap satu pelaku lagi. Namun belum dijelaskan identitasnya.

Tangkap Kurir Sabu

Selain mengungkap peredaran ganja, polisi menangkap pria berinisial IF, yang berperan sebagai kurir narkoba jenis sabu. Tersangka ditangkap di depan SPBU Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (29/5), sekitar pukul 16.00 WIB.

"Ketika diamankan saudara IF ini membawa benda atau barang berupa sabu sebanyak 155 gram," kata Aziz.

Polisi kemudian melakukan pengembangan kepada tersangka IF. Sejumlah barang bukti sabu kembali ditemukan di kosan IF.

"Di dalam kos-kosannya didapatkan barang juga berupa sabu sebanyak 489 gram. Dari saudara IF kita mendapatkan barang sabu sebanyak 644 gram atau setengah kilogram," ujar Aziz.

Kepada polisi, IF mengaku telah 3 kali melakukan aksinya. Dia berdalih mendapatkan barang haram tersebut dari dua orang yang hingga kini berstatus buron inisial O dan JU.

Akibat perbuatannya, keempat pelaku tersebut dipersangkakan di Pasal 114 juncto Pasal 112 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Keempat tersangka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

(ygs/zak)