Pelaku Investasi Bodong Lucky Star Ditangkap, Kerugian Capai Rp 15,6 Miliar

Karin Nur Secha - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 16:07 WIB
Pelaku Penipuan Investasi Bodong Lucky Star Inisial HS
Pelaku Penipuan Investasi Bodong Lucky Star Inisial HS (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Polisi menangkap HS, pelaku dalam kasus investasi bodong Lucky Star. HS disebut telah menipu 100 orang dalam permainan investasi bodong berkedok trading forex.

"Dari hasil penggeledahan rumah tersangka, kita baru bisa mengidentifikasi 53 orang, di mana dari bukti-bukti yang kita kumpulkan kerugian yang ditimbulkan Rp 15,6 miliar. Dari hasil yang kita dalami, kemungkinan ada 100 orang yang ikut, jadi kemungkinan kerugian lebih besar," ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo di Polres Metro Jakarta Barat, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (8/6/2021).

Ady para investor Lucky Star menanam modalnya paling sedikit senilai Rp 25 juta dan terbesar senilai Rp 500 juta dalam satu kali setoran. Para korban dijanjikan keuntungan sebesar 4-6 persen sebulan.

HS juga menawarkan promo agar para korban tertarik menginvestasikan uangnya. "Jadi itu yang menjadi daya tarik dari kegiatan investasi bodong sehingga cukup banyak korban yang dirugikan," jelas Ady.

Sementara itu, Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan investasi. Dia meminta jangan cepat tergiur terhadap bunga tinggi yang ditawarkan oleh investasi.

"Oleh karena itu, masyarakat perlu belajar dari pengalaman investasi bodong yang terjadi dan ditangani oleh kepolisian untuk lebih waspada jangan percaya penawaran investasi yang menggiurkan yang pada akhirnya akan merugikan masyarakat," kata Tobing.

Dalam penangkapan tersangka, polisi berhasil mengumpulkan beberapa barang bukti di antaranya, dua unit laptop, tiga unit handphone, satu unit hard disk, dua buku tabungan atas nama Tan Lie Tjun, satu buku tabungan atas nama pribadi, 11 buku tabungan atas nama Henki Sulaeman dengan tiga nomor rekening berbeda dan satu dokumen berkaitan dengan investasi.

Pelaku kini sudah ditahan. Akibat perbuatannya tersebut, pelaku dikenai Pasal 378 KUHP dan/atau 372 KUHP dengan hukuman kurungan penjara maksimal selama 4 tahun.

Promo Lewat Medsos

Polisi menyebut HS melakukan promosi lewat media sosial untuk mencari para investor. Modusnya melakukan promosi dengan cara mengambil gambar dari internet untuk menarik investor.

"Yang bersangkutan ambil gambar-gambar tersebut di google dan direkayasa digital dan itu jadikan sesuatu yang menarik bagi konsumen dan calon korban," kata Ady.

Promosi yang ditawarkan pelaku direkayasa agar banyak calon investor tertarik. Mulai dari iPhone X Max, Mobil Honda HRV, mobil Toyota Alphard dan income provit sejumlah 4-6 persen per bulan.

"Foto-foto tersebut diambil pelaku dari Google kemudian diedit selanjutnya dibagikan ke calon korban melalui percakapan WhatsApp dan media sosial lainnya," jelas Ady.

Tersangka juga melakukan penipuan informasi untuk mengelabui para investor.

beberapa rekayasa yang dilakukan tersangka supaya para investor tidak menagih. Ini adalah berita asli di CNN, disampaikan bahwa terjadi lockdown di Belgia. Ini padahal yang rilis CNN, tapi diubah seolah-olah ini pemberitaan dari Lucky Star perusahaan Belgia," kata Ady.

Seperti diketahui, penipuan investasi bodong ini awalnya diungkap oleh seorang warga Jelambar, Jakarta Barat, KR (39). Dia mengaku menjadi korban investasi Lucky Star dan melaporkan penipuan tersebut ke Polres Metro Jakarta Barat.

KR mengaku hadiah dan keuntungan yang dijanjikan investasi tersebut tak sesuai kenyataan. KR mengatakan, saat pertama kali bergabung, Lucky Star menjanjikan income fix setiap bulan. Dia mengaku dijanjikan akan menerima keuntungan 6 persen dari jumlah dana yang diinvestasikannya.

"Ini basisnya forex jadi kita menginvestasikan, kemudian dia mengelola dana itu diperdagangkan forex. Kemudian kita sebagai investor hanya menerima profit fix income setiap bulan 6 persen dari jumlah dana yang diinvestasikan," kata KR di Polres Metro Jakarta Barat, Jalan S Parman, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (7/6).

Selain dijanjikan pendapatan setiap bulan, KR mengaku diiming-imingi hadiah mobil mewah.

"Dia pernah nawarkan kayak berhadiah mobil HR-V, mobil Alphard itu pernah. Iya jadi kayak Alphard itu ada minimal harus transfer sekian miliar itu langsung dapat mobil Alphard dan sepenuhnya fix tadi keuntungan setiap bulan," ujarnya.

Tonton juga Video: Investasi Bodong EDC-Cash Tipu 57 Ribu Member, Raup Ratusan Miliar!

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)