Menilik Kekuatan Duet AHY-Airlangga, Benarkah Bisa Jadi The New SBY-JK?

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 13:43 WIB
Ketum Golkar Airlangga bertemu dengan Ketum Demokrat AHY bahas pilkada 2020
Ketum Golkar Airlangga bertemu dengan Ketum Demokrat AHY bahas pilkada 2020. (Luqman Nurhadi/detikcom)
Jakarta -

Wacana duet dua ketua umum (ketum) partai, Demokrat dan Golkar, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Airlangga Hartarto, untuk Pilpres 2024 mengemuka. Lantas, bagaimana kekuatan mereka dalam sejumlah survei teranyar?

Duet AHY-Airlangga ini diibaratkan nostalgia kemesraan Demokrat dengan Golkar saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berduet dengan Jusuf Kalla (JK) berhasil terpilih menjadi presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2004.

Bukan dari dorongan gaib duet AHY-Airlangga mengemuka. Ada andil Deputi Analisa Data dan Informasi Balitbang DPP Demokrat Syahrial Nasution sehingga wacana duet AHY-Airlangga muncul.

"Koalisi Demokrat dan Golkar pada Pilpres 2024 berpeluang untuk penyelamatan ekonomi di masa depan," kata Syahrial melalui akun Twitter @syahrial_nst, Minggu (6/6/2021).

Keyakinan akan koalisi Demokrat-Golkar terulang diselipkan oleh Syahrial. AHY-Airlangga diyakini mampu mengembalikan sejatinya sebuah demokrasi.

"Masa-masa gemilang pemerintahan @SBYudhoyono dan @Pak_JK sangat mungkin diulang kembali oleh @AgusYudhoyono dan @airlangga_hrt. Kombinasi ini pun akan mampu mengembalikan demokrasi pada relnya," imbuh cuitan Syarial.

Sayangnya, dorongan duet AHY-Airlangga tidak mendapatkan respons positif. Sebab, Golkar dalam musyawarah nasional (munas) 2019 sudah memilih siapa capres mereka, yang tak lain adalah Airlangga.

"Ya, kalau AHY capres, saya diam saja deh," kata Ketua DPP Golkar Dave Laksono kepada wartawan, Minggu (6/6).

Lantas, bagaimana kekuatan elektabilitas AHY dan Airlangga dalam sejumlah survei?

Selanjutnya
Halaman
1 2