Polri ke KKB: Papua Adalah NKRI!

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 07 Jun 2021 18:30 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menunjukkan akta kematian Elwira Pryadi Zendrato, polisi terduga penembak 6 laskar FPI
Brigjen Rusdi Hartono (Foto: Andhika Prasetya/detikcom)
Jakarta -

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang sudah dinyatakan sebagai teroris oleh pemerintah masih terus berulah di Papua dengan membunuh masyarakat sipil. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menegaskan Papua adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Itu adalah NKRI. Bukan wilayah mereka. Papua adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan sekali lagi itu sudah final. Ketika mereka segala macam (menyebut Papua zona perang), mereka (KKB) itu siapa? Itu saja," ujar Rusdi saat ditemui di Mabes Polri, Senin (7/6/2021).

Rusdi menyebut teroris KKB sebagai pihak-pihak yang mengganggu pembangunan di Papua. Padahal, kata Rusdi, pembangunan di Papua adalah cara untuk membuat warga setempat sejahtera.

"Sekarang pembangunan di Papua terus berjalan. Ada pihak-pihak teroris KKB ini yang senantiasa mengganggu daripada pembangunan yang dilaksanakan di Papua. Oleh sebab itu, pembangunan di Papua harus dan tetap berjalan," bebernya.

"TNI dan Polri akan bekerja secara optimal bagaimana mengamankan daripada Papua itu sendiri. Sehingga pembangunan di Papua dapat berjalan. Dan tentunya ini akan berdampak terhadap kesejahteraan daripada masyarakat di Papua. Yang jelas masalah keamanan TNI dan Polri terus bekerja untuk menjaga Papua, yang sekali lagi Papua adalah NKRI dan itu sudah final," sambung Rusdi.

Rusdi memastikan TNI bersama Polri akan melindungi para pekerja yang membangun Papua. Menurutnya, TNI-Polri kerap berpatroli melindungi Papua dari ancaman teroris KKB.

"Kan selama ini berjalan pembangunan itu. Ketika mereka pekerja ya aparat keamanan mengamankan dalam proses pembangunan itu," tutupnya.

Papua Makin Mencekam

Sebelumnya, kondisi di salah satu distrik di Papua, yakni Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, makin mencekam seusai ulah rusuh KKB. KKB membakar sejumlah fasilitas publik dan menyerang warga sipil.

KKB membakar bangunan Kantor Dinas Perhubungan yang juga merupakan kantor Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU) dan Kantor Airnav di Kabupaten Puncak-Ilaga Papua hingga rumah dinas. Peristiwa pembakaran kantor tersebut terjadi pada Kamis (3/6) sore, sekitar 17.30 WIT.

Selain itu, Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Iqbal Alqudussy menjelaskan ada tiga orang yang tewas ditembak KKB. Tiga korban lain terluka.

"Ada 3 orang warga sipil yang meninggal dan 3 orang lainnya mengalami luka akibat terkena tembakan di Kampung Nipuralome, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak," kata Kombes Iqbal dalam keterangannya, Jumat (4/6).

Lihat juga video '11 Teroris JAD di Papua Ditangkap':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)