Pelapor Investasi Lucky Star Ngaku Dijanjikan Income Per Bulan-Mobil Mewah

Karin Nur Secha - detikNews
Senin, 07 Jun 2021 18:24 WIB
Ilustrasi Penipuan
Ilustrasi Penipuan (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta -

Seorang warga Jelambar, Jakarta Barat, KR (39), yang mengaku menjadi korban investasi Lucky Star, melaporkan penipuan ke Polres Metro Jakarta Barat. KR mengaku hadiah dan keuntungan yang dijanjikan investasi tersebut tak sesuai kenyataan.

KR mengatakan, saat pertama kali bergabung, Lucky Star menjanjikan income fix setiap bulan. Dia mengaku dijanjikan akan menerima keuntungan 6 persen dari jumlah dana yang diinvestasikannya.

"Ini basisnya forex jadi kita menginvestasikan, kemudian dia mengelola dana itu diperdagangkan forex. Kemudian kita sebagai investor hanya menerima profit fix income setiap bulan 6 persen dari jumlah dana yang diinvestasikan," kata KR di Polres Metro Jakarta Barat, Jalan S Parman, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (7/6/2021).

Selain dijanjikan pendapatan setiap bulan, KR mengaku diiming-imingi hadiah mobil mewah.

"Dia pernah nawarkan kayak berhadiah mobil HRV, mobil Alphard itu pernah. Iya jadi kayak Alphard itu ada minimal harus transfer sekian miliar itu langsung dapat mobil Alphard dan sepenuhnya fix tadi keuntungan setiap bulan," ujarnya.

Karena itulah dia kemudian menginvestasikan uangnya hingga Rp 1 miliar. Apalagi KR mengaku sudah mengenal agen investasi Lucky Star itu.

"Iya udah kenal, dibilang kenal lama juga nggak sih. Cuma merasa kenal aja gitu, jadi percaya," kata KR.

KR mengungkapkan, hingga bulan keenam, dia masih menerima profit yang dijanjikan. Namun, memasuki bulan ketujuh, pendapatan yang dijanjikan tak lagi diterimanya.

Lucky Star, lanjutnya, malah memintanya terus berinvestasi dengan keuntungan yang lebih besar. Karena itulah dia kemudian melaporkan kasus ini ke polisi.

"Jadi profit itu berjalan bulan pertama sampe bulan keenam masih. Nah masuk mulai bulan ketujuh ini mulai ada macet dengan berbagai alasan. Ada program dia bilang waktu itu ada program switching yang saya nggak ngerti switching itu apa. Yang pasti buat kita kan profit nggak jalan. Nah dari situ udah mulai. Kemudian sempet stop beberapa bulan profit nggak dibayarkan, dia menawarkan promo yang lebih bombastis lagi. Jadi profit yang dijanjikan lebih besar lagi dari 6 persen bisa jadi 7 atau 8 persen. Kemudian ada hadiah-hadiah lain. Seperti itu," paparnya.

Simak juga video 'Investasi Bodong EDC-Cash Tipu 57 Ribu Member, Raup Ratusan Miliar!':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/mae)