KAI Commuter Janji Sempurnakan SOP Penanganan Kasus Pelecehan Seksual

Dwi Andayani - detikNews
Senin, 07 Jun 2021 07:56 WIB
Waktu operasional kereta rel listrik (KRL) kembali normal seperti sebelum pandemi COVID-19. KRL akan kembali beroperasi mulai pukul 04.00 hingga 24.00 WIB.
Commuter line (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Komnas Perempuan meminta PT KAI Commuter memiliki SOP atau panduan pencegahan dan penanganan pelecehan seksual. PT KAI Commuter menyebut akan terus melakukan penyempurnaan SOP.

"Kami sangat berterima kasih atas masukkannya. Penanganan dan SOP kami siap untuk terus disempurnakan," ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba saat dihubungi, Minggu (6/6/2021).

Anne mengatakan pihaknya telah aktif mengkampanyekan anti pelecehan sexual di KAI Commuter sejak 2018. Selama pandemi, kampanye ini tetap diupayakan melalui media social.

"Sejak tahun 2018 kami aktif mengkampanyekan anti pelecehan sexual ini di KAI Commuter. Selama Pandemic ini kampanye offline memang tidak ada, namun kami upayakan via media social," kata Anne.

"Kami akan kembali melakukan kampanye tersebut dan berkomitmen menyempurnakan SOP-SOP penanganan kasus pelecehan ini," sambungnya.

Disebutkan, kampanye dilakukan agar seluruhnya berani speak up terkait masalah ini. Anne menuturkan pada tahun lalu terdapat 7 kasus yang dilaporkan, sedangkan tahun ini 1 kasus.

"Kami kampanye nya kita harus berani speak up bisa saja sebelumnya ada yang tidak melaporkan. Di 2020 ada 7 kasus yang dilaporkan, 2019 32 kasus, khusus 2021 ini ada 1 kasus," tuturnya.

Diketahui, diduga terjadi pelecehan seksual di dalam kereta rangkaian listrik atau KRL Jakarta. Komnas Perempuan menyoroti soal penyelesaian yang dilakukan oleh PT KAI Commuter selaku penyedia layanan.

"KP menyesalkan peristiwa yang terjadi dan proses penanganan yang tidak berperspektif korban. Situasi yang dialami korban adalah bentuk pelecehan seksual yang seharusnya dapat secara cepat diproses oleh petugas," ujar Komisioner KP, Theresia Iswarini, saat dihubungi, Sabtu (5/6/2021).

"PT KAI sebaiknya memiliki SOP atau panduan pencegahan dan penanganan pelecehan seksual di transportasi umum karena transportasi umum memiliki peluang besar untuk terjadinya pelecehan seksual," ujarnya.

Simak video 'Buntut Cuitan Admin yang Mencoreng PT KAI':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/imk)