Data KADIN, 10 Juta Pekerja Telah Daftar Vaksin Gotong Royong

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Sabtu, 05 Jun 2021 10:46 WIB
Bambang Soesatyo
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meninjau pelaksanaan vaksinasi Gotong Royong sektor industri tanaman Hutan perdana yang dilakukan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau pada Jumat (4/6).

Pada tahap awal vaksin diberikan pada 1.800 karyawan,yang akan terus ditingkatkan hingga seluruh karyawan yang jumlahnya mencapai lebih dari 7.000 bisa mendapatkan vaksinasi.

"PT RAPP menjadi pelaku usaha pertama di Riau yang menjalankan vaksinasi COVID-19 Gotong Royong sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19. Sekaligus mendukung pemulihan geliat ekonomi sektor hutan tanaman industri. Sehingga masyarakat bisa bekerja dengan aman dan nyaman, operasional pabrik bisa kembali normal untuk memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah dan nasional," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (5/6/2021).

Ketua DPR RI ke-20 ini mengatakan dengan ikut program vaksinasi Gotong Royong, pelaku usaha seperti RAPP turut menyukseskan program vaksinasi nasional. Selain itu menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesehatan dan keselamatan karyawannya.

"Selain vaksinasi COVID- 19 nasional yang diberikan secara gratis untuk berbagai lapisan masyarakat, pemerintah bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) juga menerapkan program vaksinasi COVID-19 Gotong Royong. Seluruh pembiayaannya ditangani pelaku usaha, sehingga tidak membebani ekonomi para pekerja," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menerangkan, berdasarkan data KADIN tercatat 22.736 perusahaan dan 10 juta pekerja telah mendaftarkan diri dalam program vaksinasi Gotong Royong. Jumlah ini dinilainya akan terus bertambah.

Apalagi pemerintah melalui BUMN Kimia Farma telah menandatangani perjanjian kerja sama impor 7,5 juta dosis vaksin Sinopharm yang digunakan untuk program vaksinasi Gotong Royong.

"Untuk semakin memastikan ketersediaan vaksin, pemerintah juga perlu membuka kerja sama lebih luas dengan produsen vaksin COVID-19 lainnya. Misalnya dengan Rusia yang memproduksi vaksin Sputnik, yang memiliki berbagai keunggulan, antara lain memiliki efikasi 91,6 persen, mudah didistribusikan karena hanya butuh disimpan di suhu 2-8 derajat celcius, dan harga relatif lebih murah yakni kurang dari USD 10. Penyuntikannya dilakukan sebanyak dua kali, dengan jeda waktu 21 hari dari penyuntikan pertama," pungkas Bamsoet.

(mul/ega)