Kisah Giri Suprapdiono, Tantangan Debat TWK KPK Tak Dihadiri Firli

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 18:47 WIB
Direktur Gratifikasi KPK, Giri Suprapdiono memberika keterangan pers di gedung KPK, Jakarta (24/6/2016). Jelang Hari Raya Idul Fitri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau pegawai negeri sipil (PNS) untuk tidak menerima paket parsel dan tidak menggunakan mobil dinas untuk keperluan mudik.
Giri Suprapdiono, Direktur KPK yang ajak debat Ketua KPK Firli Bahuri (Foto: Hasan Al Habshy/detikcom)
Jakarta -

Sosok Giri Suprapdiono di tengah polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) KPK kembali mencuat. Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK ini menantang debat Ketua KPK Firli Bahuri, namun Firli tak hadir.

Giri Suprapdiono masuk dalam 51 pegawai KPK yang tidak dapat dibina. Padahal dirinya dikenal mengajar wawasan kebangsaan dan materi integritas di Lemhanas, Sesko-AS, Kemhan, Sespim Polri, para pejabat eselon 1 dan para kepala daerah hingga menteri.

Siapa sebenarnya sosok Giri Suprapdiono? detikcom merangkumkan informasinya untuk anda.

Giri Suprapdiono Sarat Prestasi

Giri Suprapdiono memulai karirnya di KPK sejak 2005. Ia memegang sejumlah jabatan mulai dari Koordinator Kerja Sama Internasional pada Direktorat Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antar Komisi dan Instansi, Direktur Gratifikasi KPK, Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat hingga yang terakhir sebagai Direkrur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi.

Berkat keahliannya, ia juga pernah dipilih sebagai pengusul dan Fasilitator Jakarta Principle of Anticorruption Agency (Standar Lembaga Antikorupsi Dunia) dan Ketua Tim Perbaikan Sistem Politik.

Tak hanya itu, sejumlah penghargaan juga diraih Giri Suprapdiono. Seperti lulusan terbaik pelatihan kepemimpinan nasional II angkatan XVII di LAN, Public Relations Indonesia Award, kategori best aplikasi untuk E-gratifikasi 2018 dan Makarti Bhakti Nagari Award pada Desember 2020.

Giri Suprapdiono (kanan)/Azhar-detikcomGiri Suprapdiono (kanan) saat menghadiri tantangan debat dengan Ketua KPK Firli Bahuri Foto: Azhar-detikcom

Giri Suprapdiono Tantang Firli Debat

Giri Suprapdiono diketahui menantang Ketua KPK Firli Bahuri untuk debat TWK dengannya. Diketahui debat rencananya digelar hari ini (4/6) di ruang wartawan Gedung Merah Putih KPK, namun Firli tak hadir.

Giri menyebut debat ini merupakan sarana untuk mencerdaskan publik terkait TWK alih status pegawai KPK sebagai ASN.

"Tetapi yang penting bukan menang kalah, ini sarana kita untuk mencerdaskan pada publik, karena tes wawasan kebangsaan ini tertutup sekali. Kita nggak pernah tahu siapa 75, tidak pernah tahu 51, tidak pernah tahu soal proses metodologi. Bahkan orang yang mewawancarai kita pun juga tidak mengetahui kita juga," ujar Giri.

Diketahui debat bermula dari tantangan pengguna media sosial Twitter. Dalam komentarnya, Giri sempat bercanda jika kalah debat, di antara mereka harus mundur dalam jabatannya.

"Saya nggak nantang, jadi netizen sebenarnya yang membuat acara ini. Apakah perlu debat Pak Firli dengan saya, kemudian mantan Jubir kita bertanya saya di Twitter kan, kemudian saya jawab, saya siap saja. Saya bertanya bercanda di sana, kalau kalah siap mundur atau tidak, gitu," ujarnya.

Giri Suprapdiono Sesalkan TWK Singkirkan 51 Pegawai KPK

Giri Suprapdiono menyesalkan adanya TWK yang seakan 'menyingkirkan' 51 pegawai. Menurutnya transparansi jadi ciri khas tata kelola pemerintah, namun TWK melanggar ciri tersebut.

"Jadi menurut saya keterbukaan transparansi yang menjadi ciri khas tata kelola pemerintahan umum yang baik dilanggar dalam proses ini dan saya sebenarnya menyesalkan karena pimpinan KPK mestinya melindungi pegawainya, memperjuangkan agar KPK ini kuat," katanya.

"Tapi kemudian sepertinya 75 ini seakan-akan diserahkan kepada lembaga lain untuk dijustifikasi bahkan di-labeling tidak bisa dibina. Ini menyakitkan, bagi generasi dan seluruh Indonesia, orang kan belajar, ini lho pemberantasan korupsi yang berani, Novel dan sekelas orang-orang Novel lainnya, kalau berani-berani berarti tidak dihargai," tambah Giri.

Giri Suprapdiono Sebut TWK Kalahkan Urusan Tuhan

Giri Suprapdiono juga mengomentari keputusan BKN dan pimpinan KPK soal 51 pegawai yang dianggap tidak bisa dibina sebagai ASN. Ia mengatakan pernyataan itu sudah mengalahkan urusan Tuhan.

"Menurut saya, yang disampaikan Kepala BKN bahwa orang tak bisa dibina itu sudah mengalahkan urusan Tuhan," kata Giri.

Simak Video: Blak-blakan Giri Suprapdiono, "Digelari Pahlawan, Bukan Disingkirkan"

[Gambas:Video 20detik]



(izt/imk)