Round-Up

Hitung-hitungan Polisi soal Ganjil Genap di Ibu Kota Berlaku Lagi

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 07:58 WIB
Rambu ganjil genap telah dipasang di sejumlah ruas, salah satunya di Jalan Salemba, Jakarta, Senin (9/9/2019). Begini bentuk dan ukuran rambu tersebut.
Potret kemacetan di Jakarta (Pradita Utama/detikcm)
Jakarta -

Pembatasan kendaraan sistem ganjil-genap di DKI Jakarta ditiadakan selama pandemi COVID-19 ini. Namun, belakangan, kondisi lalu lintas Jakarta kembali macet.

Kebijakan pembatasan kapasitas angkutan umum di masa pandemi membuat masyarakat beralih menggunakan kendaraan pribadi. Hal ini berdampak terhadap kondisi lalu lintas di Ibu Kota.

Kemacetan parah dirasakan sejak Pemprov DKI Jakarta menerapkan PPKM mikro. Bahkan, menurut Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta Rudy Saptar, volume kendaraan hampir masuk kondisi normal sebelum masa pandemi COVID-19.

"Ada beberapa ruas jalan yang memang bukan meningkat, tapi hampir mendekati volume saat normal dulu sebelum pelaksanaan PSBB dan PPKM," ujar Rudy saat dihubungi, Kamis (1/3/2021).

Kondisi kemacetan Jakarta ini dibawa ke dalam forum diskusi bertajuk 'Pemberlakuan Kembali Ganjil Genap'. Dalam diskusi tersebut, Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Rusdy Pramana menyarankan agar ganjil-genap diberlakukan kembali secara bertahap.

"Pembatasan kendaraan bermotor dengan sistem ganjil-genap diberlakukan secara bertahap. Diprioritaskan pada ruas jalan dengan tingkat kemacetan arus lalu lintas cukup padat dan tentunya sarana dan prasarana angkutan umum yang memadai," kata AKBP Rusdy dalam diskusi virtual bertajuk 'Pemberlakuan Ganjil Genap', Rabu (2/6).

Kemacetan Meningkat

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menyebutkan kemacetan di Jakarta mengalami peningkatan di masa PPKM mikro ini.

"Kondisi sekarang memang pada pagi hari itu terjadi kepadatan yang luar biasa dan dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya ada kenaikan sebesar 11,5 persen, sehingga memang terjadi kepadatan. Ada opsi ganjil-genap diberlakukan kembali," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Pemberlakuan kembali ganjil-genap menjadi salah sau opsi solusi mengatasi kemacetan. Namun ada beberapa catatan yang menjadi perhatian polisi apabila ganjil-genap diberlakukan kembali.

Salah satunya adalah meningkatkan kapasitas angkutan umum yang memadai. Sebab, situasi pandemi COVID belum berakhir, sehingga dikhawatirkan terjadi penumpukan penumpang di angkutan umum.

"Ini kan masih masa pandemi. Kalau memang ganjil-genap ini diberlakukan kembali, kapasitas angkutan umum harus ditingkatkan. Kenapa, karena sekarang masih masa pandemi. Kalau ada ganjil-genap, pasti akan ada perpindahan moda transportasi dari pengguna kendaraan pribadi menjadi pengguna kendaraan umum," katanya.

Lihat juga video 'Bogor Cabut Kebijakan Ganjil Genap Walau Efektif Tekan COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]



Halaman selanjutnya, ganjil-genap dipertimbangkan berlaku kembali di ruas jalan yang sudah tersedia angkutan massal yang memadai.

Selanjutnya
Halaman
1 2