2 Warga Turki Pelaku Skimming ATM di Bali Dibekuk Polisi

Sui Suadnyana - detikNews
Kamis, 03 Jun 2021 16:11 WIB
2 WN Turki pelaku skimming di Bali (Foto: dok Polda Bali)
2 WN Turki pelaku skimming di Bali (Dok. Polda Bali)
Denpasar -

Dua pria warga negara asing (WNA) asal Turki, berinisial EK dan AEM, ditangkap Polda Bali. Mereka ditangkap karena melakukan skimming ATM atau pembobolan rekening via ATM di Bali.

"Pelaku memasang alat berupa kamera tersembunyi yang dimodifikasi menyerupai perangkat ATM dan Wi-Fi router pada salah satu mesin ATM di wilayah Denpasar," kata Direskrimsus Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugroho dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (3/6/2021).

Yuliar mengungkapkan, aksi skimming 2 WN Turki itu diketahui setelah pihak bank mengetahui adanya peralatan skimming yang terpasang pada mesin ATM. Alat itu berupa kamera tersembunyi yang berfungsi untuk merekam nomor PIN nasabah dan Wi-Fi router. Kedua alat ini berfungsi yang menyalin/menyalin data nasabah yang melakukan transaksi pada mesin ATM tersebut.

Mengetahui adanya alat tersebut, pihak bank melaporkannya kepada Subdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Bali. Subdit Cybercrime yang dibantu oleh Satgas Jagra Dewata merespons laporan tersebut dengan melakukan pemantauan di sekitar lokasi ATM.

Menurut Yuliar, pada Senin (31/5), sekitar pukul 01.30 Wita, terlihat dua pelaku datang mengendarai sepeda motor. Pelaku EK masuk ke ruang mesin ATM dan mengambil kamera tersembunyi yang telah terpasang. Sedangkan pelaku AEM berjaga di luar mesin ATM.

"Selanjutnya tim melakukan penangkapan terhadap kedua pelaku, di mana saat itu kedua pelaku sempat melakukan perlawanan dan mencoba kabur namun akhirnya berhasil diamankan," terang Yuliar.

Dari pelaku EK, polisi menemukan sebuah obeng dan tas hitam yang di dalamnya berisi kamera tersembunyi yang sebelumnya diambil dari mesin ATM. Sedangkan pada pelaku AEM juga ditemukan sebuah tas gendong yang di dalamnya terdapat cover PIN.

Tak berhenti sampai di lokasi penangkapan, polisi juga menggeledah tempat tinggal kedua pelaku di wilayah Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Dari penggeledahan itu ditemukan barang bukti berupa beberapa kartu magnetic stripe yang memuat data perbankan milik orang lain, laptop, alat pembaca kartu magnetic stripe, Wi-Fi router, dan kamera tersembunyi.

Yuliar menjelaskan, kedua pelaku sudah berada di Indonesia sejak 2018, namun tinggal di Yogyakarta. Selama tinggal di Indonesia, mereka sering bolak-balik Indonesia-Thailand.

Kedua bule ini berada di Bali baru sejak beberapa bulan ini. Yuliar mengaku belum mengetahui apakah selama di Bali, keduanya sudah sempat melakukan aksi di tempat lain. Jumlah data nasabah yang dicuri juga belum diketahui.

"Iya, baru ketahuan di tempat ini. Saya kurang tahu dia pernah pasang di tempat lain atau tidak, yang bersangkutan tidak mengaku," tutur Yuliar.

Atas tindak kejahatannya tersebut, 2 WN Turki itu terancam Pasal 30 jo Pasal 46 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Mereka juga terancam Pasal 55 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 8 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 800 juta.

Akibat adanya kejadian ini, polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi perbankan dan selalu memastikan keamanan dari nomor PIN yang dimilikinya. Masyarakat diminta untuk tidak memberikan nomor PIN ATM kepada siapapun, termasuk pihak keluarga.

Dalam melakukan transaksi pada mesin ATM, masyarakat juga diminta menutup tombol keypad agar tidak mudah diketahui nomor PIN ATM. Polisi juga mengimbau masyarakat agar melakukan pergantian nomor PIN secara berkala dan melapori kepada pihak berwajib bila menemukan hal yang mencurigakan.

(mae/mae)