Febri Diansyah Sindir 'Dagelan' Harun Masiku: Penyidiknya Disingkirkan TWK

Farih Maulana Sidik - detikNews
Kamis, 03 Jun 2021 09:47 WIB
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, melepas jabatannya sebagai jubir KPK. Febri mundur usai pimpinan KPK terbaru hendak mencari juru bicara KPK yang baru.
Febri Diansyah (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK telah meminta Interpol untuk menerbitkan red notice atas tersangka kasus suap pergantian antarwaktu anggota DPR RI, Harun Masiku. Namun keseriusan pimpinan KPK dalam memburu Harun Masiku dipertanyakan mantan juru bicara KPK Febri Diansyah.

Mulanya Febri berbicara tentang surat yang dikirimkan KPK ke National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia agar diterbitkan red notice atas Harun Masiku pada Senin, 31 Mei 2021. Padahal, kata dia, Harun Masiku telah masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 27 Januari 2020.

"Ini yang disebut serius mencari buron? Bagaimana kisah KPK baru dengan Harun Masiku ini?," tanya Febri dalam cuitan di akun Twitter @febridiansyah, Kamis (3/6/2021).

Febri bukan tanpa alasan mempertanyakan keseriusan pimpinan KPK memburu Harun Masiku saat ini. Sebab, Harun Masiku sudah menjadi buron selama 1 tahun 4 bulan. Sejumlah kejanggalan diungkit Febri, seperti polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) yang 'menyingkirkan' pegawai KPK yang dinilai bekerja baik.

"Penyidik yang masuk dalam tim OTT diganti dengan yang lain diproses penyidikan, sesuatu yang jarang terjadi. Penyidik tersebut sekarang disingkirkan melalui TWK," ucapnya.

"Sedangkan Kompol Rosa, penyidik dari Polri yang juga masuk tim OTT komisioner KPU saat itu, dikembalikan ke Polri," tambahnya.

Dia menyebut Polri saat itu menolak dengan pertimbangan masa tugas Kompol Rosa yang masih panjang di KPK. Wadah Pegawai KPK pun melaporkan pimpinan KPK yang diduga sewenang-wenang dalam pengembalian Kompol Rosa ke Polri kepada Dewan Pengawas.

"Sampai saat ini tidak ada sidang ataupun sanksi yang diberikan Dewas KPK terhadap pimpinan. Sementara Harun Masiku entah di mana," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya:

Saksikan video 'Tepisan Pimpinan KPK soal Julukan Harun Al Rasyid Sang Raja OTT':

[Gambas:Video 20detik]



Lebih jauh Febri mengungkap tim KPK lain yang berhasil menangkap sejumlah buron. Namun dia mempertanyakan perkembangan pemburuan Harun Masiku, yang hingga kini belum ditangkap.

"Sementara Harun Masiku masih entah di mana, entah dicari atau dibiarkan lari? Sayangnya, penyidik KPK yang berhasil menangkap sejumlah buron justru disingkirkan melalui TWK," katanya.

Saat ini, kata Febri, penyelidik KPK yang mengetahui keberadaan Harun Masiku justru tidak bisa menangkap karena yang bersangkutan masuk dalam 75 pegawai KPK yang 'disingkirkan' karena TWK.

"Itulah perjalanan cerita tentang 'dagelan' kasus Harun Masiku. Kenapa pimpinan KPK tidak serius menangkap Harun Masiku? Apakah terkait dengan nama politikus lain yang muncul di persidangan? Kenapa penyelidik dan penyidik yang OTT dan tangani Harun Masiku disingkirkan dengan TWK?" tanya Febri.

Perkembangan soal Harun Masiku

KPK masih memburu tersangka Harun Masiku. KPK telah meminta Interpol menerbitkan red notice.

"Kalau pencarian HMS (Harun Masiku) tentu KPK akan tetap mencari, tidak tergantung lagi. Karena KPK bekerja dengan sistem dengan organisasi bukan perorangan. Kita sudah terbitkan red notice untuk HMS ini," kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dalam konferensi pers di KPK, Rabu (2/6).

"Kita pasti terus lakukan pencarian bekerja sama dengan instansi lain dan internal KPK," tambahnya.

(fas/dhn)