Ditangkap Polisi, Pelaku Obligasi Dragon Dikenal Bisa Gandakan Uang

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Rabu, 02 Jun 2021 18:05 WIB
Pelaku Obligasi Dragon inisial AM mengenakan peci putih dan JM di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (2/6/2021).
Foto: Pelaku Obligasi Dragon inisial AM mengenakan peci putih. (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menangkap 2 pelaku investasi bodong inisial AM dan JM. Pelaku inisial AM dikenal memiliki kemampuan menggandakan uang.

"Kita melakukan 2 penangkapan terhadap 2 orang tersangka, yaitu AM dan JM. Kedua orang ini ditangkap di lokasi berbeda. Yang satu ditangkap di Tegal. Kemudian yang satu ditangkap di Cirebon Kota," kata Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Helmy Santika dalam jumpa pers di Mabes Polri, Rabu (2/6/2021).

Kedua pelaku ditangkap pada 25 Mei 2021. Motifnya adalah obligasi palsu dengan nama Obligasi Dragon.

Setidaknya obligasi bodong yang dijalankan para pelaku telah memakan korban. Kerugian salah seorang korban ditaksir mencapai Rp 39 miliar.

"Dari 3 orang korban, kerugian sekitar kurang lebih Rp 3 miliar. Bahkan dari informasi yang ada, korban-korban yang lain ini kemungkinan bisa mencapai sekitar Rp 36 miliar atau Rp 39 miliar," terang Helmy.

Untuk diketahui, obligasi adalah surat hutang yang diperjualbelikan. Helmy menyebut pasal yang dipersangkakan dalam kasus obligasi bodong ini adalah penipuan dan atau penggelapan.

Pelaku Dikenal Punya Kemampuan Gandakan Uang

Polisi menyebut pelaku inisial AM seperti seorang dukun. Informasi yang didapat, AM juga dikenal memiliki kemampuan menggandakan uang.

"Kita waktu grebek, dia (AM) kayak orang pinter. Maksudnya ya kaya dukun lah. Jadi waktu kita temukan itu ada kembang, dupa-dupa, atau apa gitu," ujar Kasubdit III Dittipideksus Bareskrim Kombes Jamaludin kepada wartawan di Mabes Polri, Rabu (2/6).

AM juga dikenal sering membagi-bagikan yang ke warga. Warga pun memandang AM sebagai orang 'berada'.

"Memang informasinya juga si AM ini punya kemampuan menggandakan uang. Terus si AM ini royal. Jadi kalau dia ke kampung, dia bagi-bagi uang. Jadi orang sekitar melihat dia orang berada dan mampu, punya kemampuan gandain uang," ungkap Jamaludin.

Lebih lanjut, Jamaludin mengungkapkan AM memiliki banyak uang yang diduga palsu hingga banyak mobil supaya bisa meyakinkan target. Padahal, kata Jamaludin, AM sendiri tidak memahami apa itu obligasi.

"Ya mungkin performa juga ya. Si AM ini punya mobil Alphard juga. Jadi performannya orang kaya. Sepertinya (AM) tidak paham (obligasi). Tapi karena (nasabah) percaya," terang Jamaludin.

"Jadi modusnya dia taruh uang sekian nanti ada kelipatan sekian," sambungnya.

(zak/zak)