Polisi Ungkap Fakta Lain di Kasus Eksploitasi Seks ABG Korban Penyekapan

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 02 Jun 2021 15:52 WIB
Stop Child Violence and Trafficking. Stop Violence Against Children, child bondage in angle image blur , Human Rights Day concept.
Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/Tinnakorn Jorruang)
Jakarta -

Polisi masih menyelidiki dugaan eksploitasi seks dan penganiayaan ABG korban penyekapan di Ciputat, Tangerang Selatan. Berdasarkan keterangan tersangka pasangan suami istri mengungkapkan alasan penganiayaan terhadap korban.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Angga Surya Saputra menjelaskan bahwa korban dan pasutri ini sudah lama saling kenal.

"Jadi anak ini broken home, kenal sama tersangka itu di warnet. Kemudian anak ini tinggal sama tersangka sudah setahun," kata Angga saat dihubungi, Rabu (2/6/2021).

Berdasarkan keterangan pasutri, korban pada Februari 2021 ketahuan mencuri handphone. Korban kemudian mengatakan akan menggantinya.

"Februari itu ketahuan ambil HP, terus dia (korban) mau nyicil," katanya.

Angga tidak menjelaskan lebih lanjut apakah korban sudah mengganti rugi ponsel yang hilang tersebut. Sampai kemudian, korban disebutnya ketahuan mencuri lagi, kali ini uang Rp 150 ribu.

"Sabtu-Minggu sebelum kejadian itu ambil uang Rp 150 ribu," katanya.

Karena itu, pasutri tersebut kemudian menjual korban ke pria hidung belang. Uang hasil korban melayani pria hidung belang ini kemudian digunakan untuk mencicil ponsel dan uang tersangka yang hilang.

"Ini kan belum fix, kalau keterangan tersangka dia hanya kenalkan dengan seseorang, uangnya digunakan cicil itu," katanya.

Kasus ini terungkap setelah korban meminta tolong melalui ponsel milik seseorang. Korban mengaku disekap di rumah pasutri tersebut di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan.

Ayah dan kakak ipar korban kemudian datang ke rumah pelaku, tapi saat itu pelaku menyebutkan bahwa korban tidak ada di kamar kosnya. Sampai kemudian kakak ipar korban mendengar suara korban di dalam lemari.

Polisi mengungkapkan, selama dalam penguasaan pasutri, korban dipaksa melayani pria hidung belang.

Saat ditemukan, kondisi korban penuh luka lebam. Polisi telah melakukan visum terhadap korban.

(mea/mea)