Vaksin Sinovac Dapat Persetujuan WHO, Ini Fakta-faktanya

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 02 Jun 2021 13:17 WIB
Institut Kesehatan Brasil Sebut Laporan Kemanjuran Sinovac Masih Spekulasi
Vaksin Sinovac (Foto: ABC Australia)
Jakarta -

Vaksin Sinovac kini sudah mendapatkan persetujuan penggunaan darurat atau emergency use listing (EUL) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Diketahui vaksin ini digunakan di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

"Persetujuan penggunaan darurat ini berarti vaksin itu sudah memenuhi standar internasional atas keamanan, efikasi, dan pembuatannya," ungkap WHO.

Berikut fakta-fakta persetujuan WHO soal penggunaan darurat vaksin Sinovac:

Vaksin Kedua Buatan China yang Disetujui

Disetujuinya vaksin Sinovac oleh WHO untuk penggunaan darurat menambah satu lagi vaksin buatan China yang disetujui. Izin ini disetujui pada 1 Mei lalu.

"WHO hari ini memvalidasi vaksin Sinovac-CoronaVac COVID-19 untuk penggunaan darurat," kata WHO dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Channel News Asia.

Membuka Jalan Bagi Program Global Covax

Melansir dari BBC, persetujuan WHO terhadap penggunaan darurat vaksin Sinovac akan membuka jalan lebih mudah dalam program vaksinasi global COVAX. Program ini bertujuan menjamin akses vaksin berkeadilan di seluruh dunia, untuk negara-negara maju maupun miskin.

"Dunia sangat butuh berbagai vaksin COVID-19 untuk mengatasi besarnya ketimpangan akses akan vaksin itu di penjuru dunia," kata Asisten Direktur Jenderal WHO Urusan Akses Produk Kesehatan, Mariangela Simao.

"Kami mendesak pihak pembuat untuk berpartisipasi dalam inisiatif Covax itu, berbagi cara pembuatan dan data serta berkontribusi untuk mengatasi pandemi," lanjutnya.

Persetujuan Didasari Permintaan Dana Investasi

Disetujuinya penggunaan vaksin Sinovac oleh WHO muncul usai Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Dana Moneter Internasional (IMF), WHO serta Bank Dunia meminta bantuan dana investasi sebesar US$50 miliar untuk mendukung upaya bersama mengakhiri pandemi COVID-19.

Dalam pernyataan bersama empat lembaga dunia itu, disebutkan dunia telah mencapai titik yang berbahaya dimana terjadi ketimpangan akses vaksin yang berisiko membuat pandemi jadi berkepanjangan dan terus menimbulkan banyak korban jiwa. Mereka pun menyerukan investasi di sejumlah bidang, seperti produksi vaksin, persediaan oksigen, perawatan pasien COVID-19, dan distribusinya harus berlangsung adil.

Selain itu, seruan juga disampaikan kepada negara-negara maju untuk segera menyumbangkan vaksin ke negara-negara berkembang.

Dipakai di Banyak Negara Berkembang

Menurut Sinovac, sudah ada lebih dari 600 juta dosis yang dipasok ke dalam dan luar negeri hingga akhir Mei 2021 lalu. Sementara itu, ada lebih dari 430 juta dosis yang sudah digunakan di seluruh dunia.

Untuk di negara-negara berkembang sendiri, ada keuntungan khusus jika menggunakan vaksin Sinovac. Vaksin ini bisa disimpan di lemari pendingin standar dengan suhu 2-8 derajat celcius, dimana hal ini dapat berguna untuk membantu negara-negara berkembang yang tidak memiliki fasilitas penyimpanan vaksin dengan suhu sangat dingin.

(izt/imk)