Vaksin Sinovac Disetujui WHO, Bagaimana Nasib Haji RI?

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 02 Jun 2021 11:35 WIB
Ace Hasan Syadzily (Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)
Ace Hasan Syadzily (detikcom)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya menyetujui vaksin COVID asal China, Sinovac, untuk penggunaan darurat. Bagaimana nasib pemberangkatan Haji 2021 Indonesia.

Untuk diketahui, vaksin Sinovac sempat tidak termasuk daftar vaksin yang disertifikasi WHO. Mayoritas masyarakat Indonesia pun disuntik vaksin COVID-19.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily saat dihubungi, Rabu (2/6/2021), menyebut persetujuan WHO terhadap vaksin Sinovac melegakan Indonesia. Persetujuan WHO ini disebut seharusnya menghapus semua keraguan terhadap vaksin Sinovac.

"Dengan adanya persetujuan ini, sudah seharusnya kita tidak meragukan lagi soal keamanan, dan efikasinya. Masyarakat tidak perlu lagi khawatir dengan penggunaan vaksin Sinovac," kata Ace.

Soal haji, Ace menyebut pemerintah Arab Saudi hingga saat ini belum mengeluarkan pernyataan resmi, mulai kuota yang dialokasikan bagi setiap negara, persyaratan kesehatan, termasuk soal vaksin, juga persiapan teknis lainnya.

"Namun jika pun pemerintah Arab Saudi memberikan kesempatan untuk haji, soal vaksin Sinovac ini tidak menjadi kendala bagi Indonesia jika dipersyaratkan dalam penggunaan vaksinnya," kata Ace.

Politikus Partai Golkar ini menegaskan kesehatan jemaah haji harus diprioritaskan. Jika nantinya Arab Saudi menyetujui Indonesia memberangkatkan jemaah haji, Ace meminta faktor kesehatan diperhatikan betul.

"Prinsipnya, kesehatan jamaah harus menjadi prioritas utama. Karena itu, jika pun pemerintah Arab Saudi memberikan kesempatan kepada Indonesia, harus ada jaminan kesehatan jemaah selama di sana terjaga," ujar Ace.

Lampu hijau dari WHO ini juga membuka jalan bagi Sinovac untuk digunakan dalam Covaxprogram vaksinasi yang bertujuan menjamin akses vaksin berkeadilan di seluruh dunia.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya.

Simak video 'DPR Minta Menag Bahas Kepastian Haji 2021 Bareng Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]

Per Senin (31/5/2021), dilihat di Twitter resmi Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, @MOISaudiArabia, 11 negara diizinkan masuk, dari Amerika Serikat, Jepang, hingga Uni Emirat Arab. Tak ada Indonesia dalam daftar tersebut.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam rapat bersama Komisi VIII DPR di hari yang sama menyatakan pemerintah Arab Saudi hingga kini belum memberi kepastian soal haji.

"Pemerintah Kerajaan Arab Saudi hingga saat ini belum juga memberikan kepastian, sekali lagi belum memberikan kepastian, apakah penyelenggaraan Haji 1442 H atau 2021 Masehi akan dilaksanakan seperti halnya tahun 2020 yang lalu," kata Menag Yaqut dalam rapat kerja dengan Komisi VIII, Senin (31/5).

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mendengar Indonesia tidak mendapatkan kuota untuk beribadah haji tahun 2021 ini. Soal vaksin yang digunakan di Indonesia jadi faktor belum keluarnya kuota untuk jemaah Indonesia.

"Ya sementara kita nggak usah bahas itu dulu (vaksin jemaah haji). Karena informasi terbaru yang kita dengar bahwa kita nggak dapat kuota haji. Nah ini untuk pelajaran juga bagi kita supaya soal vaksin ini kita akan lebih perhatikan agar tidak terjadi hal-hal seperti ini," kata Dasco, Senin (31/5).

(gbr/tor)