Tolak Gratifikasi, Brantas Abipraya Serahkan Bingkisan ke Panti Asuhan

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Rabu, 02 Jun 2021 11:00 WIB
Brantas Abipraya
Foto: dok. Brantas Abipraya
Jakarta -

PT Brantas Abipraya (Persero) menyerahkan seluruh bingkisan dari vendor ke panti asuhan di lingkungan sekitar kantor pusat BUMN. Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Miftakhul Anas mengatakan hal tersebut sebagai wujud dukungan upaya pencegahan korupsi dan gratifikasi.

Adapun 4 panti asuhan yang menerimanya, yaitu Yayasan PYI Yatim dan Zakat di Condet, Yayasan Al-Muanah di Cipinang Cempedak, Rumah Yatim Cawang dan yang Yayasan Nurul Hikmah di Halim, Jakarta Timur.

"Sebanyak 11 hadiah berupa barang dan makanan disampaikan kepada panti asuhan, hal ini Brantas Abipraya lakukan sebagai bukti nyata dukungan kepada program Pemerintah terhadap pencegahan korupsi," ujar Anas dalam keterangan tertulis, Rabu (2/6/2021).

Selain itu, menurutnya kegiatan pemberian bingkisan ini untuk menindaklanjuti Surat Edaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia No. 13 Tahun 2021 Tanggal 28 April 2021 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi terkait Hari Raya dan Dalam Rangka Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021.

Menyikapi arahan tersebut, lanjut Anas, pihaknya mengeluarkan larangan bagi seluruh pejabat di lingkungan Brantas Abipraya menerima secara langsung maupun tidak langsung hadiah atau parsel makanan dari pihak yang memiliki hubungan bisnis, karena dapat dikategorikan sebagai gratifikasi.

Pejabat BUMN yang menerima bingkisan Ramadan juga diharuskan melapor kepada Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI) agar disampaikan kepada KPK, sembari berkoordinasi dengan Badan Koordinasi Dakwah Islam (BKDI) Brantas Abipraya, pemberian tersebut wajib diberikan ke panti asuhan.

"Semoga bingkisan Ramadan yang kami sampaikan kepada panti asuhan ini dapat menambah keceriaan mereka dan meringankan beban. Seluruh insan Abipraya menolak gratifikasi demi terciptanya Brantas Abipraya bebas korupsi dan bersih dari gratifikasi," tutup Anas.

(prf/ega)