Mendagri Dorong Pemda Percepat Realisasi Belanja Barang dan Jasa

Yudistira Imandiar - detikNews
Selasa, 01 Jun 2021 09:33 WIB
Kemendagri
Foto: Dok. Kemendagri
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah (Pemda) mempercepat realisasi belanja barang dan jasa. Ia menekankan belanja pemerintah pusat dan daerah menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional di masa pandemi.

Upaya percepatan realisasi belanja pemda direalisasikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) Mendagri bersama Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Nomor 027/2929/SJ dan Nomor 1 Tahun 2021 mengatur tentang Percepatan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dalam Pengelolaan Keuangan Daerah.

"SE bersama ini menjadi sangat penting karena ini bisa menjadi landasan hukum sekaligus menjadi pegangan bagi daerah dalam melaksanakan pengadaan barang dan jasa," jelas Tito dalam keterangan tertulis, Selasa (1/6/2021).

Ia menambahkan percepatan realisasi ini diharapkan dapat membuat uang lebih banyak beredar di tengah masyarakat, sehingga mendongkrak daya beli di tingkat rumah tangga. Hal itu dikatakan Tito akan semakin mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Tito pun meminta kepala daerah agar meningkatkan belanja modal pada triwulan kedua tahun 2021. Ia menerangkan jenis belanja ini dinilai dapat langsung berdampak kepada masyarakat. Adapun triwulan kedua menjadi kunci pertumbuhan ekonomi secara nasional.

"Saya minta teman-teman kepala daerah, tolonglah lihat betul proporsi belanja modal," pesan Tito.

Mantan Kapolri itu mengingatkan agar belanja modal ditunaikan melalui program padat karya sehingga banyak pihak yang menerima aliran dana tersebut, terutama Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Namun, ia mewanti-wanti agar pengadaan barang dan jasa melalui UMKM tetap memperhatikan kualitas dan harga barang.

Tito menyampaikan dorongan peningkatan belanja barang dan jasa itu berkaitan dengan arahan presiden yang menginginkan tahun 2021 menjadi momentum penanganan pandemi sekaligus memulihkan ekonomi secara maksimal. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, pertumbuhan ekonomi di triwulan pertama 2021 masih minus 0,67%. Sementara itu, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2021 bisa mencapai 4,5%-5,3%.

(akn/ega)