Nonton di Bioskop, Sandiaga: Prokes Ketat dan Disiplin

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 29 Mei 2021 19:53 WIB
Kemenparekraf
Foto: Inkana Putri/detikcom
Jakarta -

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar acara nonton bareng film Nussa di XXI Plaza Senayan hari ini. Di acara tersebut, Menparekraf Sandiaga Uno mengapresiasi film animasi kolaborasi anak bangsa tersebut karena menghadirkan nilai-nilai Indonesia.

"Pertama saya (ingin) apresiasi, ini tadi ditunjukkan di penghujung film Nussa ini tentang kolaborasi anak bangsa, Visinema dan The Little Giantz. Saya sudah mengikuti mulai dari 2016-2017, dan saya lihat bahwa di tengah pandemi justru tingkat kolaborasi meningkat secara signifikan sehingga menghasilkan produk yang bukan hanya bagus untuk dilihat, tapi juga punya value tentang Indonesia dan Islam," ujar Sandi usai acara, Sabtu (29/5/2021).

Sandiaga juga mengungkapkan dari film tersebut dirinya mendapatkan berbagai nilai yang berhubungan dengan kondisi negara Indonesia. Ia berharap hadirnya film ini nantinya dapat membangkitkan semangat dan peluang bagi industri film animasi.

"Ada tiga hal yang saya catet tadi. Pertama, very authentic, kita merasa ini kita. Kedua, relevan dengan keadaan sekarang kita harus saling bantu membantu, saling peduli, saling gotong royong. Dan berikutnya menurut saya ini akan menjadi talkable, ini akan menjadi buah bibir (di masyarakat)," ungkapnya.

Tak hanya itu, Sandiaga pun mengapresiasi penerapan protokol kesehatan selama acara nobar berlangsung yang ketat dan disiplin. Bahkan, pihaknya akan menggelar acara nobar selama dua hari berturut-turut.

"Saya pengen memberikan catatan bahwa protokol kesehatan (di bioskop) telah dilakukan secara ketat dan disiplin. Dan kami melakukan ini (nonton bareng) dua hari berturut-turut, hari ini dan besok sebagai gerakan dari Kembali ke Bioskop," paparnya.

"Pantauan prokes sangat ketat dari awal kita dicek baik suhu maupun diingatkan terus untuk cuci tangan, menjaga jarak dan yang di bioskop juga kita mask on mematuhi 3M. Kita juga duduknya nggak berdekatan. Selain itu saya diberitahu bahwa sirkulasi udaranya juga dijaga di disinfektan tempatnya sebelum dan sesudah dipakai. Terakhir pas kembali ke luar ruangan juga dipantau ada petugasnya yang selalu mengingatkan," tambahnya.

Di samping itu, Sandi juga menyebut bahwa protokol kesehatan merupakan kunci untuk bangkit di masa pandemi, termasuk bagi industri perfilman.

"Protokol kesehatan itu kunci. Dan ini resep untuk kita bangkit di masa sulit adalah dengan patuh dan disiplin implementasikan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment). Saya yakin dengan kualitas film seperti Nussa dan dengan kepatuhan kita menerapkan protokol kesehatan, industri ini akan bangkit. Dan its gonna be much improve, jadi bangkitnya itu comeback stronger," pu.

Sementara itu, CEO Visinema Angga Dwimas Sasongko mengatakan hadirnya film Nussa di layar lebar menjadi upaya untuk memperluas market. Selain itu, pihaknya juga ingin menghadirkan cerita esensial yang berhubungan dengan keberagaman di Indonesia.

"Kenapa kita dari digital ke layar lebar karena kita mau expand gak cuma marketnya, tapi juga formatnya. Dan kita pengen gimana sih Nussa hidup di keberagaman yang ada di Indonesia. Intinya kita pengen nunjukin bahwa lewat animasi kita bisa bercerita tentang hal-hal esensial dan hal-hal yang dekat dengan keseharian kita. Dan kami ingin lewat Nussa, membuat publik bisa percaya Indonesia bisa punya animasi yang dikerjakan dengan baik," pungkasnya.

(prf/ega)