Kominfo Siap Bantu BMKG Investigasi Salah SMS Potensi Gempa M 8,5

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 28 Mei 2021 08:39 WIB
Seismograf, alat pencatat getaran gempa, Ilustrasi gempa bumi
Seismograf, alat perekam getaran gempa (Robby Bernardi/detikcom)
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan SMS yang berisi peringatan gempa berkekuatan M 8,5 bukanlah prediksi gempa. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo) siap membantu proses investigasi penyebab salah SMS potensi gempa dari BMKG.

Juru bicara Kominfo Dedy Permadi awalnya menjelaskan teknis SMS blast BMKG berkoordinasi langsung dengan operator seluler. Kominfo, kata Dedy, hanya memberikan izin antara BMKG dan operator seluler.

"Kominfo itu memberikan izin SMS blast, memfasilitasi antara pihak yang akan melakukan SMS blast dan operator seluler. Sedangkan teknisnya, seperti saya sampaikan tadi, pihak yang memberikan SMS blast itu langsung berkoordinasi dengan operator seluler untuk menyebarkan konten mereka," kata Dedy kepada wartawan, Kamis (27/5/2021).

Sejak terjadi salah SMS potensi gempa, Dedy mengatakan Kominfo telah berkoordinasi dengan BMKG. Kominfo, jika diperlukan, akan terlibat dalam investigasi yang dilakukan BMKG.

"Jika dalam perjalanannya ada gangguan, atau kesalahan, tentu kalau Kominfo diperlukan untuk proses investigasi, kami akan dukung. Tadi dari kasus ini muncul, tim kami dari Direktorat Pita Lebar juga berkoordinasi dengan BMKG," ujar Dedy.

"Kominfo, jika diperlukan, akan terlibat dalam proses investigasi, koordinasi sudah dilakukan sejak sehari (kemarin) tadi," tegasnya.

Dedy menjelaskan, untuk mengetahui penyebab terjadi salah SMS, secara teknis sepenuhnya berada di BMKG. Selain itu, menurut Dedy, BMKG-lah yang berhak mengungkap penyebab salah SMS potensi gempa ke publik.

"Tapi secara teknis itu ada di mereka (BMKG), bukan di Kominfo. Jadi, kalau mau tahu apa masalahnya, kesalahan servernya, atau apanya, saya nggak tahu ya, harus dicek. Itu nanti yang berhak menyampaikan kepada publik adalah BMKG, bukan Kominfo," imbuhnya.

Simak juga video 'BMKG: 2021, Gempa Bumi di RI Rata-rata Satu Bulan 600-an':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2