Surah An Nur Ayat 2 tentang Apa? Ini Penjelasannya

Rahma I Harbani - detikNews
Jumat, 28 Mei 2021 07:09 WIB
nuzulul quran
Foto: Getty Images/iStockphoto/Vector Artist and Photographer f
Jakarta -

Islam mengatur ancaman bagi yang melakukan zina baik laki-laki maupun perempuan dalam surah An Nur ayat 2. Sebab zina sendiri dianggap sebagai perbuatan keji dan haram bagi Allah SWT.

Berikut adalah bacaan surah An Nur ayat 2 yang berisi tentang hukuman dari para pelaku zina:

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Bacaan latin: Arab-Latin: Az-zāniyatu waz-zānī fajlidụ kulla wāḥidim min-humā mi`ata jaldatiw wa lā ta`khużkum bihimā ra`fatun fī dīnillāhi ing kuntum tu`minụna billāhi wal-yaumil-ākhir, walyasy-had 'ażābahumā ṭā`ifatum minal-mu`minīn

Artinya: "Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman."

Tafsir Kemenag dan Ibnu Katsir

Adapun tafsir dari Kementerian Agama, surah ini mengandung ketentuan hukum perzinaan bagi pezina perempuan maupun laki-laki yang belum pernah menikah. Hukumannya berupa deraan untuk masing-masing pezina sebanyak seratus kali jika perbuatannya terbukti benar.

Kemudian pelaksanaan hukuman bagi para pezina hendaknya disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman, sedikitnya tiga atau empat orang. Sebab hal itu akan menjadi pelajaran bagi pihak-pihak yang melihat dan mendengarnya.

Sementara itu, tafsir dari Ibnu Katsir menjelaskan maksud dari kalimat berikut:

وَلا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ

Artinya: "...dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kalian untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah..."

Kalimat tersebut menjelaskan bahwa Allah SWT melarang untuk berbelas kasihan pada pelaku zina. Belas kasihan yang dilarang ini bukanlah belas kasihan yang manusiawi saat menimpa­kan hukuman had.

Namun, belas kasihan yang dimaksud adalah belas kasihan yang mendorong hakim untuk membatalkan hukuman had. Hal inilah yang tidak diperbolehkan.

Lebih lanjut, maksud dari arti surah An Nur ayat 2 yang menyebutkan hukuman harus disaksikan oleh banyak orang artinya eksekusi harus dilaksanakan secara terang-terangan. Pendapat mengenai jumlah yang dimaksud dari ayat ini berbeda-beda dari beberapa ahli tafsir.

Pendapat dari ahli tafsir Sa'id ibnu Jubair menyebutkan arti dari, "Sekumpulan orang-orang yang beriman," adalah lebih dari dua orang laki-laki. Az-Zuhri mengatakan tiga orang lebih, Imam Syafi'i menyebut empat orang lebih, menurut Rabi'ah adalah lima orang, sementara Al-Hasan Al-Basri mengatakan sepuluh orang.

Lebih lanjut, ahli tafsir Qatadah mengatakan bahwa Allah telah memerintahkan agar pelaksanaan eksekusi keduanya disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman, agar hal tersebut dijadikan sebagai pelajaran dan pembalasan bagi pezina dan juga orang lain.

Selain itu eksekusi dilakukan secara terang-terangan bukan bermaksud untuk mempermalukan para pezina. Namun, dengan harapan para pezina dapat didoakan supaya diterima taubatnya dan mendapatkan rahmat dari Allah SWT.

Setelah mengetahui maksud dari surah An Nur ayat 2, semoga kita semua bisa terlindungi dari hukuman dan siksaan dari Allah SWT. Aamiin.

(nwy/nwy)