Polisi Usut Kasus 2 Remaja Tewas di Kubangan Proyek Stadion Mattoanging

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 25 Mei 2021 16:06 WIB
Pembangunan Stadion Mattoanging Makassar (Foto: Ibnu Munsir/detikcom)
Salah satu sudut lokasi pembangunan Stadion Mattoanging Makassar (Ibnu Munsir/detikcom)
Makassar -

Dua remaja tewas tenggelam di kubangan air bekas galian proyek Stadion Mattoanging di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Polisi kini mengusut adanya unsur kelalaian dalam peristiwa nahas tersebut.

"Oh (kasus dua remaja tewas tenggelam) itu dalam penyelidikan," ujar Kasubag Humas Polrestabes Makassar AKP Lando saat dimintai konfirmasi, Selasa (25/5/2021).

Lando mengungkapkan dua remaja yang tewas tersebut seharusnya tidak leluasa masuk ke proyek Stadion Mattoanging apabila terdapat papan pengumuman dan pagar yang disertai pengawasan ketat. Oleh karena itu, sebut Lando, penyidik Polsek Mariso saat ini tengah memeriksa sejumlah saksi terkait adanya dugaan kelalaian.

"Oh iya, penyidik masih bekerja. Kalau memang disimpulkan ada pidananya ya digelarkan, setelah itu siapa yang bertanggung jawab kalau ada unsur kelalaian," jelas Lando.

"Terus kelalaiannya di mana, misalnya SOP-nya buruk kah, apakah papan bicara tidak dipasang, tidak dipagar, atau bagaimana," sambung Lando.

Tanggapan Satpol PP

Sebagai informasi lainnya, fungsi pengawasan Stadion Mattoanging Makassar sendiri selama ini berada di bawah naungan Satpol PP Sulsel. Namun pihak Satpol PP membantah pengawasan yang lemah dan menyebut para remaja kucing-kucingan dengan anggota Satpol PP apabila diberi teguran larangan masuk ke area proyek stadion.

"(Saat remaja masuk ke proyek stadion) dilihat Satpol PP, dikasih teguran, tapi mereka lari-lari, kucing-kucingan sama anggota," ujar Kepala Satpol PP Sulsel Mujiono saat dihubungi terpisah.

Mujiono kemudian mengungkap bahwa kasus tewasnya dua remaja itu lebih disebabkan oleh pihak tim proyek. Mujiono mengklaim pengawasan Satpol PP sudah maksimal.

"Kami pengawasan pengamanan itu bukan lemah, kita sudah sangat kuat pengawasan di lapangan. Cuma yang tim proyek yang harusnya tanggung jawab," katanya.

"Itu semua (tim proyek) yang harusnya tanggung jawabnya, yang pasang pagar, pasang papan bicara itu harusnya orang proyek. Nah semua dilimpahkan ke Satpol," sambung Mujiono.

Duduk Perkara Kasus 2 Remaja Tenggelam

Diberitakan sebelumnya, tiga remaja di Makassar dilaporkan tenggelam di air kubangan bekas galian Stadion Mattoanging, Minggu (23/5) sekitar pukul 11.00 Wita.

Tim Damkar Makassar yang turun tangan ke lokasi lantas mendapati dua remaja sudah meninggal. Sementara seorang lainnya ditemukan selamat.

Untuk kasus korban meninggal, pihak Damkar menyebut hal itu karena kedua korban tak mampu berenang. Sementara kedalaman air di kubangan bekas galian proyek Stadion Mattoanging mencapai 4 meter.

Sebagai informasi lainnya, proyek Stadion Mattoanging yang merupakan kandang PSM Makassar saat ini masih dalam tahap pembangunan. Namun proyek dengan anggaran Rp 1,1 triliun itu dihentikan sementara karena diduga melanggar tata ruang.

(hmw/jbr)