detik's Advocate

Bisakah Foto-Video di USB Dijadikan Bukti Perselingkuhan Istri Saya?

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 25 Mei 2021 08:59 WIB
Couple having problems in relationship due to infidelity
Foto: Ilustrasi perselingkuhan (iStock)
Jakarta -

Perkembangan teknologi membuat ragam alat bukti digital lebih bervariasi. Salah satunya foto dan video yang tersimpan di USB. Apakah bukti itu bisa dipakai untuk menjerat istri di persidangan dengan dalih perselingkuhan?

Seorang pembaca detik's Advocate di Semarang memiliki bukti perselingkuhan mantan istrinya tersebut. Tapi ia bingung karena bukti itu ada di USB. Berikut cerita lengkap N, warga Semarang yang dikirim ke detik's Advocate:

Selamat pagi,

Izin bertanya. Saya sudah bercerai dengan mantan istri dan incracht 18 bulan lalu. Penyebabnya adalah dia selingkuh dengan pria yang sekarang sudah jadi suami barunya.

Saya ada banyak bukti foto perselingkuhan mereka dari USB yang kebetulan saya temukan di bawah kasur kami dulu. Apakah mereka berdua masih bisa dituntut akibat perbuatan zina mereka yang menyebabkan kami bercerai?


Terima kasih.

N, Semarang

Untuk menjawab permasalahan di atas, detik's advocate menghubungi advokat Alvon Kurnia Palma S.H.,M.H. Berikut pendapat hukumnya:

Terima kasih atas pertanyaannya. Inti pertanyaan saudara terkait dengan nilai dan jenjang kekuatan bukti berupa foto perselingkuhan yang terdapat dalam USB untuk diajukan dalam pelaporan suatu dugaan tindak pidana. Meski demikian kami menduga terdapat kerancuan pengunaan istilah antara alat penghubung berupa USB (Universal Serial Bus) dengan alat penyimpan seperti hardisk internal maupun eksternal. Meski demikian kami akan menjelaskan sebagai berikut.

USB merupakan alat penghubung eksternal (peripheral) menuju scanner, printer, mouse, papan ketik (keyboard), alat penyimpan data (zip drive), flash disk, kamera digital atau perangkat lainnya guna mempersiapkan, mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menyimpan, menampilkan, mengumumkan, mengirimkan, dan/atau menyebarkan Informasi Elektronik. sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 1 angka 1, 3, 4 dan 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2011 tentang ITE yang telah direvisi dengan UU Nomor 19 Tahun 2016.

Saat ini terdapat 2 jenis media penyimpan dokumen elektronik yakni Pertama : penyimpan magnetik (magnetik storage media) yang terdiri dari hardisk, flashdisk, Floppy Disk dan Kedua : media penyimpan optical yang terdiri dari CD, DVD, Blue Ray, dan Fluorescent multilayer Disk.

Simak jawaban selengkapnya di halaman berikutnya.