Round-Up

Tantangan Balik Anies agar Isu Rumah Hasil Reklamasi Dibuktikan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 25 Mei 2021 08:05 WIB
Gubernur Jakarta Anies Baswedan telah menyegel 932 bangunan di Pulau D kawasan reklamasi Teluk Jakarta. Bangunan itu terdiri atas ratusan rumah dan rumah toko.
Gubernur Jakarta Anies Baswedan (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Isu berkembang di media sosial, Gubernur Jakarta Anies Baswedan menerima gratifikasi rumah mewah hasil pengembangan reklamasi Teluk Jakarta. Menepis segala tudingan, Anies menantang balik agar isu itu dibuktikan kebenarannya.

Menurut isu sumir itu, rumah mewah itu ada di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Isu itu viral menyertakan foto rumah dengan pilar dan ornamen warna emas di sudut-sudutnya.

Sejak awal kemunculan isu itu, parpol pendukung Anies, yakni Partai Gerindra, di DPRD DKI sudah membantahnya. Namun, dari PDIP, muncul desakan agar Anies membuktikan bahwa rumah itu bukan gratifikasi.

"Sebaiknya Bung Anies sendiri yang klarifikasi. Tetapi saya kira itu tidak akan dilakukan," ujar anggota Fraksi PDIP DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak saat dihubungi, Sabtu (22/5).

Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) juga menyatakan bahwa isu itu tidak benar.

"Tadi saya sudah tanya, memastikan. Ternyata rumah ini ya memang bukan rumah ABW (Anies Baswedan). Entah rumah milik siapa," ujar Anggota TGUPP Bidang Pencegahan Korupsi DKI Jakarta Tatak Ujiyati dalam akun Twitter-nya, @tatakujiyati, Sabtu (22/5/2021).

Isu itu dinilai sengaja dimunculkan untuk menyerang Anies. Meski begitu, pihak Anies tak berniat lapor polisi karena itu cuma bikin kegaduhan yang sibuk.

"Fitnah jahat. Jika ditelusur tuduhan itu berasal dari tuduhan lama yang di-framing ulang. Sengaja banget lakukan black campaign menyerang Anies," kata Tatak.

Simak juga video 'Novel Halangi KPK Usut Dugaan Korupsi Anies Baswedan?':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya, Anies buka suara: