Muhadjir Minta Tak Berlebihan soal Palestina: Kita Sendiri Masih Prihatin

Tim detikcom - detikNews
Senin, 24 Mei 2021 14:35 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy (Dok. Kemenko PMK)
Menko PMK Muhadjir Effendy (Dok. Kemenko PMK)
Jakarta -

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengimbau masyarakat agar tidak berlebihan dalam melakukan aksi solidaritas untuk warga Palestina. Menurutnya, saat ini bangsa Indonesia juga masih dalam kondisi prihatin.

"Saya mohon masyarakat menyikapi secara proporsional, tidak berlebih-lebihan. Mengingat kita sendiri juga sedang dalam suasana prihatin yaitu bagaimana kita berupaya keras untuk menangani wabah COVID-19 dengan segala dampaknya," ungkap Muhadjir Effendy saat konferensi pers setelah meninjau kegiatan vaksinasi 890 pegiat dan relawan pemberdayaan perempuan dan anak di Kantor Perpusnas, Salemba, Jakarta, Senin (24/5/2021), seperti disampaikan dalam keterangan tertulis Kemenko PMK.

Masyarakat Diimbau Hati-hati Menyumbang

Muhadjir juga meminta masyarakat hati-hati dalam memberikan sumbangan yang dimaksudkan untuk membantu warga Palestina yang menjadi korban. Menurutnya, sumbangan tersebut sebaiknya disalurkan melalui badan atau lembaga resmi yang telah memiliki izin atau otoritas dari Kementerian Sosial.

"Kita juga harus pastikan sumbangan-sumbangan itu betul-betul tepat sasaran dan tidak ada yang dimanfaatkan oleh mereka-mereka yang tidak bertanggung jawab. Momentum-momentum di mana masyarakat terdorong karena empatinya, rasa kegotongroyongannya kemudian mengeluarkan bantuan-bantuan itu agar jangan sampai dimanfaatkan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab," ungkapnya.

Aksi Bela Palestina di RI

Sebelumnya diberitakan, aksi bela Palestina digelar warga di sejumlah wilayah di Indonesia di antaranya di Jakarta, Ciamis, Palu, dan Solo. Ada pula aksi bela Palestina di Bandung hingga Padang.

Di Jakarta, aksi bela Palestina digelar di depan Kedutaan Besar AS pada Jumat (21/5) lalu. Anak-anak hingga orang dewasa ikut demo ini. Bendera Palestina dibawa. Polisi, TNI, Satpol PP, dan petugas Dinas Perhubungan DKI berjaga.

Sejumlah orang ditangkap dari aksi tersebut dengan alasan tidak mematuhi protokol kesehatan.

Tonton juga Video: Ketum Muhammadiyah: Elite Pandang Bela Palestina Primordialisme Perlu Dicerahkan

[Gambas:Video 20detik]

(imk/fjp)