WNI Asal Cianjur Terbebas dari Hukuman Mati di Arab Saudi

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 24 Mei 2021 10:26 WIB
Ilustrasi Kasus Yusman Telaumbanua
Foto ilustrasi hukuman mati. (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Adewinda binti Isak Ayub, seorang WNI asal Cianjur yang terancam hukuman mati di Arab Saudi, kini bisa bernapas lega usai bebas. Adewinda terjerat hukuman qisas atas tuduhan pembunuhan anak majikan yang terjadi pada Juni 2019.

"Adewinda dinyatakan lepas dari hukuman mati setelah orang tua korban sebagai pemilik hak qisas secara sukarela dan tanpa syarat apa pun menyatakan 'tanazul' (pembatalan tuntutan hukuman mati) pada sidang lanjutan yang berlangsung Maret 2021 di Pengadilan Pidana Riyadh," kata Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel dalam keterangan tertulis, Senin (24/5/2021).

Kabar gembira ini diterima pihak Kedubes usai mendapat salinan putusan pengadilan. Dalam putusan tersebut, Adewinda dipastikan bebas dari hukuman mati.

"Kami baru sekarang menyampaikan kabar gembira penuh syukur ini kepada masyarakat di Indonesia, setelah mendapatkan salinan putusan Pengadilan dan memastikan dari semua aspek bahwa Adewinda binti Isak Ayub telah benar-benar bebas dari hukuman mati (qisas)," ujar Agus Maftuh.

Lebih lanjut, Agus Maftuh menjelaskan bahwa untuk membaca dan memahami amar putusan yang terdiri 9 halaman tersebut dibutuhkan pemahaman komprehensif tentang Fiqih Jinayat (Hukum Pidana Islam).

"Alhamdulillah pengalaman saya di pesantren dan menemani mahasiswa selama 27 tahun di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sangat membantu dalam memahami istilah-istilah khusus dalam hukum pidana Islam (al-Tasyri' al-Jina'iy fi al-Islam) yang tertulis dalam putusan ini," tuturnya.



Setelah pembatalan tuntutan hukuman mati, Adewinda kini hanya akan menjalani hukuman 5 tahun penjara dipotong 2 tahun. Artinya, hanya tersisa satu tahun ke depan jika putusan ini disahkan secara inkrah oleh Pengadilan Kasasi yang sedang berjalan.

Selanjutnya
Halaman
1 2