Siswi Bengkulu Penghina Palestina Tak Di-DO, tapi Belum Bisa Pindah Sekolah

Tim detikcom - detikNews
Senin, 24 Mei 2021 07:44 WIB
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti.
Komisioner KPAI Retno Listyarti (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memastikan MS (19), siswi penghina Palestina di Bengkulu lewat TikTok, tidak dikeluarkan dari sekolah atau drop out (DO). KPAI menyebut MS belum bisa pindah sekolah bulan ini.

"KPAI sudah melakukan komunikasi dengan Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah VIlI Kabupaten Bengkulu Tengah, Adang Parlindungan, terkait status sanksi terhadap MS, yaitu hanya dikembalikan sementara ke orang tuanya, bukan dikeluarkan dari sekolah," kata Komisioner KPAI Retno Listyarti dalam keterangan tertulis, Senin (24/5/2021).

Retno menjelaskan, selama proses dikembalikan ke orang tua, MS dijamin akan tetap mendapatkan pembelajaran dan ujian kenaikan kelas secara daring, mengingat saat ini Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu masih menerapkan belajar dari rumah (BDR) atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Selain itu, KPAI sudah memastikan bahwa data pokok pendidikan atas nama MS masih berada di sekolahnya, SMAN 1 Bengkulu Tengah. Retno menyebut Kacabdin Pendidikan Wilayah VIII Bengkulu Tengah menyatakan dapodik MS tetap berada di sekolah asal, sampai MS dapat sekolah baru.

"Artinya, MS sampai hari ini masih menjadi siswi di SMAN 1 Kabupaten Bengkulu Tengah, tidak dikeluarkan dari sekolahnya, hanya dikembalikan sementara ke orang tua dan tetap bisa PJJ dan ujian daring," papar Retno.

"Namun, jika MS ingin mutasi karena tidak nyaman di sekolah asal, maka mutasi MS akan dibantu oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu," imbuhnya.

MS Belum Bisa Pindah Sekolah

Orang tua MS, siswi penghina Palestina di Bengkulu, diketahui telah memutuskan memindahkan anaknya ke sekolah lain. Namun, berdasarkan aturan mutasi peserta didik, MS belum bisa pindah sekolah bulan ini. Menurut Retno, dapodik baru bisa mutasi jika MS sudah mendapat sekolah yang baru.

"Sepanjang belum mendapatkan sekolah baru, maka MS akan tetap tercatat di dapodik sebagai siswa di sekolahnya yang sekarang," terang Retno.

Lihat juga video 'Kata Wakil Ketua Komisi X soal Siswi yang DO Karena Hina Palestina':

[Gambas:Video 20detik]



Baca selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2