Analisis BMKG soal 2 Kali Gempa Selang 2 Menit Guncang Banten

Isal Mawardi - detikNews
Minggu, 23 Mei 2021 13:07 WIB
Petugas mengukur panjang amplitudo letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) dari data rekam seismograf di Pos Pengamatan GAK Pasauran, Serang, Banten, Kamis (27/12/2018). PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) menaikan status GAK dari WASPADA ke level SIAGA sejak Kamis (27/12) karena frekwensi letusan meningkat dengan amplitudo rata-rata 25 milimeter diiringi dentuman cukup keras. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/hp.
Seismograf, alat perekam gempa. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)
Pandeglang -

Dalam selang 2 menit, 2 gempa mengguncang wilayah Pandeglang, Banten. Dari analisis BMKG, kekuatan gempa itu telah dimutakhirkan.

"Hasil info pendahuluan BMKG menunjukkan gempa ini memiliki parameter awal gempa pertama M 5,0 dan gempa kedua M 5,4 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M 4,9 dan M 5,2," ujar Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono lewat keterangannya, Minggu (23/5/2021).

Gempa tersebut berpusat di barat laut Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten. BMKG menyebut gempa tersebut berjenis gempa dangkal.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut," kata Daryono.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault)," lanjutnya.

Guncangan Gempa Terasa hingga Sukabumi

Guncangan gempa dirasakan di sejumlah daerah, di antaranya Kalapnunggal, Sukabumi, Labuan, Munjul, Rangkasbitung, Banjarsari, Cileles, Cirinten, dan Bayah. Gempa dirasakan dengan skala II-III MMI (Modified Mercalli Intensity).

Skala II artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Sementara skala III artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Ada 6 Kali Gempa Susulan

Setelah 2 gempa tersebut, BMKG menyebut ada 6 kali aktivitas gempa susulan dengan berbagai kekuatan.

"Hingga hari Minggu, 23 Mei 2021 pukul 11.40 WIB, setelah 2 gempa bumi tersebut hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 6 kali aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan rentang magnitudo M 2,8 sampai dengan M 4,6," lanjut Daryono.

Gempa-gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Daryono memastikan tidak ada dampak kerusakan akibat rentetan gempa tersebut.

Simak Video: Gempa Terasa Hingga Jakarta dan Jawa Barat, Netizen Heboh

[Gambas:Video 20detik]



(isa/dhn)