Kaltara-Kaltim Dilanda Banjir, Ratusan Rumah Terendam

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 21 Mei 2021 17:14 WIB
Sudah sepekan lebih banjir terjadi di Kutai Timur (dok BNPB)
Sudah sepekan lebih banjir terjadi di Kutai Timur (Dok. BNPB)

Sepekan Lebih di Kaltim

Banjir juga terjadi di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur (Kaltim). Di sana, banjir sudah terjadi lebih dari sepekan.

"Tingginya curah hujan di wilayah Kabupaten Kutai Timur mengakibatkan banjir sejak Rabu, 12 Mei 2021, hingga kini," ujar Tim Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur, Sukasno Haryanto, melalui keterangan tertulis.

Ada tujuh kecamatan yang dilanda banjir, yakni Kecamatan Muara Bangkal, Kecamatan Batu Ampar, Kecamatan Muara Ancalong, Kecamatan Long Masengat, Kecamatan Telen, Kecamatan Muara Wahau, dan Kecamatan Kombeng. Ketinggian air bervariasi, 30-100 cm.

Sejauh ini, banjir telah berdampak pada 1.690 keluarga, merendam 690 rumah, 20 unit fasilitas umum, dan 203 hektare perkebunan. Pendataan masih terus dilakukan BPBD Kutim bersama beberapa pihak pemerintah kecamatan, lintas instansi terkait, dibantu TNI dan Polri.

Akses jalan menuju ke beberapa lokasi terdampak masih terendam dengan TMA 30-100 cm dan berarus deras sehingga menjadi kendala dalam asesmen dan pendataan lebih lanjut.

Petugas bersama beberapa donatur telah menyalurkan bantuan logistik, seperti yang telah dilakukan di Desa Melan, Desa Sumber Sari dan Desa Mukti Utama di Kecamatan Long Masengat.

Berdasarkan laporan hingga Kamis (20/5), pukul 21.00 WIB, belum ada laporan mengenai korban jiwa. Dampak kerugian masih didata.

Sementara itu, menurut kajian risiko yang dipantau melalui InaRisk.bnpb.go.id, wilayah Kabupaten Kutai Timur memiliki indeks risiko bencana banjir dengan kategori sedang-tinggi. Adapun cakupan wilayah potensi risiko banjir tersebut menurut data InaRisk mencapai 18 kecamatan atau seluas 170.423 hektare.

Dengan melihat data indeks risiko bencana dari InaRisk, BNPB mengimbau seluruh pemangku kebijakan di daerah baik tingkat Gubernur hingga RT/RW serta masyarakat untuk waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

"Dalam hal ini, diharapkan masyarakat secara mandiri juga dapat mengakses informasi peringatan dini dan indeks kajian risiko hingga tingkat kecamatan melalui inarisk.bnpb.go.id," kata Kapusdatinkom BNPB, Raditya Jati.


(jbr/nvl)