Usai Larangan Mudik, Penumpang Bus AKAP Keluar DKI Naik 2.000 Persen!

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 20 Mei 2021 17:15 WIB
Terminal Kampung Rambutan kembali beroperasi. Bus-bus AKAP yang masuk terminal pun disemprot disinfektan.
Ilustrasi Terminal Bus di DKI. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta mencatat terjadi lonjakan jumlah penumpang di empat terminal bus antarkota antarprovinsi (AKAP) tipe A di Ibu Kota. Peningkatan volume penumpang terlihat usai larangan mudik Lebaran berakhir.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo membandingkan data penumpang keluar-masuk terminal bus AKAP periode 6-18 Mei 2021. Sebagai informasi, larangan mudik hanya berlaku pada periode 6-17 Mei 2021.

Hasilnya, Syafrin mengatakan per 18 Mei 2021 jumlah penumpang bus AKAP yang keluar dari Jakarta mencapai 1.918 orang. Jumlah ini meningkat ribuan kali lipat dengan periode 6 Mei yang hanya puluhan penumpang.

"Penumpang berangkat 1.918 penumpang, naik 2.592% dibandingkan tanggal 6 Mei 2021 49 penumpang," kata Syafrin saat dihubungi, Kamis (20/5/2021).

Selain itu, Syafrin melaporkan jumlah penumpang bus AKAP yang masuk pada 18 Mei sebanyak 3.901 orang. Ada pula 140 penumpang yang ditolak masuk ke terminal.

"Penumpang datang 3.901 penumpang. Naik 13.080% dibandingkan tanggal 6 Mei 2021 sebanyak 25 penumpang," jelasnya.

Pemprov juga mencatat, selama 6-18 Mei 2021, sebanyak 2.496.593 kendaraan keluar dan 2.154.564 kendaraan masuk Jakarta, baik melalui gerbang tol utama maupun jalan arteri.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang juga Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mewanti-wanti terjadinya mudik Lebaran Idul Fitri 1442 H gelombang kedua. Menurutnya, larangan mudik yang hanya berlaku pada 6-17 Mei 2021 membuat banyak warga akan memanfaatkan momen saat ini untuk mudik.

"Hal lain yang perlu kita antisipasi adalah potensi terjadinya kegiatan mudik gelombang kedua. Ini juga kita ingatkan bahwa sebagian besar warga karena peniadaan mudik telah berakhir, dilanjutkan dengan pengetatan sampai 24," ujar Doni dalam jumpa pers di RSDC-19 Wisma Atlet, Jakarta Utara, Kamis (20/5/2021).

"Dan ada potensi warga memanfaatkan waktu tersebut untuk kembali ke kampung halaman masih dalam rangka Idul Fitri," sambungnya.

Maka dari itu, Doni meminta agar seluruh daerah mengantisipasi lonjakan mobilitas warga dalam jumlah besar. Dia khawatir akan keterbatasan rumah sakit dan dokter di beberapa daerah.

Simak juga 'Penampakan Stasiun Gambir Usai Larangan Mudik Berakhir':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)