PAN Tegur Keras Anggota DPRD Banten yang 'Wakili Warga Berwisata'

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 19 Mei 2021 15:17 WIB
Sekjen PAN Eddy Soeparno
Sekjen PAN Eddy Soeparno (Foto: detikcom).
Jakarta -

Anggota DPRD Banten dari Fraksi PAN asal Cilegon, Dede Rohana menjadi perbincangan karena video TikTok-nya soal wakili warga berwisata di Anyer. DPP PAN memastikan telah memberikan teguran keras atas tindakan Dede Rohana.

"Sudah kita berikan teguran keras," kata Sekjen Partai Amanat Nasional, Eddy Soeparno, saat dihubungi, Rabu (19/5/2021).

Eddy Soeparno mengatakan teguran keras tersebut diberikan lantaran sikap dan narasi Dede Rohana di media sosial memang tidak bijak di tengah situasi pandemi. Namun demikian, menurutnya Dede Rohana juga sudah meminta maaf atas perbuatannya.

"Karena narasinya di medsos tidak bijak, yang bersangkutan juga sudah meminta maaf ke masyarakat," ucapnya.

Seperti diketahui, anggota DPRD Banten dari Fraksi PAN asal Cilegon, Dede Rohana menjadi perbincangan karena video TikToknya yang viral. Masalahnya, saat ada larangan pembukaan tempat wisata, ia mengunggah video kelakar bahwa cukup dirinya sebagai wakil rakyat yang berwisata mewakili rakyat.

Video diambil oleh Dede di sebuah hotel dengan latar belakang pantai di Anyer. Narasi di video itu ia mengatakan bahwa warga Banten diminta tidak ke pantai saat libur Lebaran karena sudah ia wakili sebagai anggota DPRD. Video itu sebetulnya sudah ia hapus di akun TikToknya lantas mengunggah klarifikasi dan permohonan maaf.

Saat dikonfirmasi, ia sendiri menjelaskan alasan mengunggah video itu. Katanya, sebelum hari raya ia sudah mendengar bahwa tempat wisata tetap dibuka asal untuk warga lokal.

"Maka saya seminggu sebelum hari raya sudah booking untuk keluarga," katanya saat dihubungi di Serang, Selasa (18/5/2021).

Pada hari Sabtu (15/5) karena tidak ada larangan, ia berangkat dari rumahnya di Cilegon ke Anyer pada sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu jalanan menuju kawasan pantai masih relatif lancar. Begitu siang hari, baru terjadi lonjakan pengunjung dan membuat kepolisian harus menutup akses ke pantai.

"Malam minggu gubernur panik lihat tempat wisata rame di mana-mana. Dia mengumumkan tempat wisata rame ditutup sampai akhir bulan," lanjutnya.

Saat ada instruksi itu ia sudah berada di hotel. Ia bahkan harus bertanya ke pengelola dan PHRI apakah hotel bisa tetap operasi. Karena jika ditutup, ia tak keberatan untuk pulang asal sisa biaya dikembalikan.

Penutupan lokasi wisata katanya memang karena membeludaknya pantai. Ia membuat video sebatas untuk imbauan tapi dikemas dengan cara yang ia anggap lucu.

"Saya sebagai anggota DPRD bikin imbauan tapi lucu, eh kalian jangan ke pantai terlalu rame, udah cukup saya aja yang wakilin. Becanda masa wisata saya wakilin," ujarnya.


Simak Video: Anggota DPRD Banten Minta Maaf soal Postingan 'Wakili Rakyat ke Pantai'

[Gambas:Video 20detik]



(maa/gbr)