Datangi Rumah Duka, Ngabalin Kenang Wimar Witoelar: Sosok yang Sejuk

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Rabu, 19 Mei 2021 13:54 WIB
Suasana rumah duka Wimar Witoelar
Ali Mochtar Ngabalin datangi rumah duka Wimar Witoelar (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Eks Juru Bicara Presiden RI ke-4 Gus Dur, Wimar Witoelar, meninggal dunia tadi pagi. Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin datang ke rumah duka di Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan.

Pantauan detikcom, Rabu (19/5/2021), Ngabalin tiba pada pukul 12.10 WIB. Ngabalin mengenakan pakaian serba hitam dan langsung masuk ke rumah duka.

Seusai salat jenazah, Ngabalin keluar dari rumah duka. Ngabalin mengungkapkan pesan terakhir Wimar kepada dirinya.

"Sedihnya sama seperti sedihnya waktu abang saya meninggal. Karena terakhir itu Bang Wimar bilang kepada saya, 'Li, jangan kendor'. Begitu kalimatnya. Ternyata itu pesan terakhir untuk saya," ujar Ngabalin kepada wartawan di rumah duka Wimar, Rabu (19/5).

Ngabalin menjelaskan, dia ingin menjenguk Wimar di rumah sakit tadi pagi. Namun, saat sedang membaca berita, dia melihat kalau Wimar Witoelar telah meninggal dunia. Ngabalin pun mengambil hikmah untuk tidak menunda hal baik.

"Saya pagi-pagi loh rencana mau datang ke rumah sakit, eh abis mandi, baca-baca berita, muncul sudah beritanya. Itu yang saya betul-betul jadi pelajaran. Kalau ada sesuatu niat baik harus dilakukan, jangan ditunda," tuturnya.

Selain itu, Ngabalin bersyukur masih sempat melaksanakan salat jenazah kepada almarhum Wimar. Dia memuji Wimar sebagai sosok yang berpengetahuan tinggi.

"Maka tadi saya syukur alhamdulillah, belum terlalu ramai. Saya bisa salat jenazah. Saya bisa doakan karena wah udah deh, nggak bisa kita cerita kalau Bang Wimar itu. Pengetahuannya komplit, semuanya," ucap Ngabalin.

"Dia punya karakter sebagai orang Jawa Barat, orang yang punya pengetahuan tinggi dan karakter. Dia bisa marah, tapi dia tidak menunjukkan perubahan intonasi suara, tidak ada perubahan muka kalau dia marah. Kalau kita ini kan muka dan suara bisa berubah total, seketika itu. Kalau Bang Wimar tidak. Dia tenang, sejuk. Tapi diksi yang dia pakai itu langsung masuk serangan jantung orang," sambungnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko tampak mengirim karangan bunga ke rumah duka Wimar. Mereka mengucapkan duka cita.

Seperti diberitakan, Wimar Witoelar meninggal dunia pagi ini. Wimar meninggal dunia setelah menjalani perawatan di ICU, RS Pondok Indah, Jakarta Selatan.

"Barusan saja Pak Wimar meninggal dunia dengan tenang sekitar pukul 09.00 WIB," kata Managing Director Intermatrix Communications, Erna Indriana, saat dimintai konfirmasi, Rabu (19/5).

Wimar didiagnosis menderita sepsis. Erna meminta publik memaafkan kesalahan Wimar.

"Mohon dimaafkan kesalahannya dan terima kasih untuk semua doanya," pinta Erna.

Suasana rumah duka Wimar WitoelarSuasana rumah duka Wimar Witoelar (Adhyasta Dirgantara/detikcom)

Simak Video: Sosok Wimar Witoelar di Mata Sahabat

[Gambas:Video 20detik]

(aud/aud)