Jokowi Ucap 'Hati-hati' Puluhan Kali Saat Beri Arahan Kepala Daerah soal COVID

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 19:00 WIB

Begitu pula saat Jokowi berbicara mengenai rasio keterisian tempat tidur di rumah sakit. Kata 'hati-hati' terus disampaikan berulang oleh Jokowi.

"Sekarang bed occupancy ratio, rasio keterisian tempat tidur di rumah sakit, target kita sekarang harus di bawah 50. Ada yang masih di atas 50 karena per nasional ini keterisian rasio keterisian tempat tidur di RS secara nasional ini. Kita berada di posisi yang baik, yaitu 29 persen tapi ada beberapa provinsi yang di atas 29 persen dan yang masih di atas 50 persen. Ini tolong semua gubernur, bupati, wali kota tahu angka-angka ini. Tiga provinsi hati-hati, Sumatera Utara BOR-nya 56 persen, Kepri BOR-nya 53 persen, Riau BOR-nya 52 persen. Kalau yang masuk ke rumah sakit banyak, artinya memang harus hati-hati, super hati-hati," tutur Jokowi.

Jokowi mengaku sempat takut saat rasio keterisian tempat tidur di rumah sakit menyentuh 80%. Saat itu kapasitas di Wisma Atlet pun sangat penuh.

"Karena BOR nasional sudah turun 29 persen, pernah dulu di angka 80 persen dan juga yang sering saya pakai patokan itu Wisma Atlet. Karena memang ini yang banyak menampung pasien, Wisma Atlet. Pernah di September 2020 di atas 90 persen, saya ingat betul dan saya takut betul, sudah di atas 90 persen artinya dua minggu ke depan tidak bisa turun, sudah turun, kolaps, rumah sakit kalau sudah di atas angka itu," papar Jokowi.

Namun angka itu kini telah menurun. Jokowi menyebut tingkat keterisian tempat tidur di Wisma Atlet sudah di bawah 20 persen.

"Tetapi sekarang, pagi tadi saya telepon. Saya kalau nggak telepon malam hari, pagi. Pagi tadi saya telepon, Wisma Atlet yang dulu sempat di atas 90 persen hari ini di angka 15,5 persen," ucap Jokowi.

Selain itu, Jokowi membeberkan data mengenai mobilitas masyarakat di tempat wisata selama libur Lebaran 2021 yang melonjak drastis. Jokowi meminta semua pihak waspada.

"Saya melihat dari grafis dan kurva yang ada, mobilitas masyarakat di hari Lebaran kemarin, di tempat-tempat wisata ini naik tinggi sekali 38 persen sampai 100,8 persen. Hati-hati dua minggu ke depan, ini semuanya harus hati-hati karena ada kenaikan, mobilitas indeksnya naik 38 sampai 100,8 persen," kata Jokowi.

Jokowi memerintahkan tempat wisata di zona merah dan oranye ditutup sementara. Sedangkan tempat wisata di zona hijau boleh dibuka namun tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Gubernur, bupati, wali kota hati-hati yang zonanya masih merah, zonanya masih oranye tempat wisata itu harus ditutup dulu. Yang kuning dan hijau buka tetapi sekali lagi petugas harus ada di sana, satgas harus ada di sana. Sehingga protokol kesehatan secara ketat tetap dilaksanakan, tidak boleh lepas manajemen, lepas tata kelola kita," ujar Jokowi.

Halaman

(knv/imk)