DPRD Makassar Panggil Disdik soal Jual Tanda Tangan Rp 2 Juta ke Guru

Ibnu Munsir - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 18:00 WIB
Ilustrasi pungli
Foto ilustrasi suap. (Basith Subastian/detikcom)
Makassar -

DPRD Kota Makassar memanggil jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar terkait dugaan jual-beli tanda tangan seharga Rp 2 juta. Dalam setahun, diduga ada 200 guru yang diminta uang oleh oknum Disdik Makassar.

"Untuk tanda tangan sudah melalui tadi forum klarifikasi dan Kepala Sub Bagian Kepegawaian Umum menyangkal hal tersebut, sehingga kita berharap minggu ini mengundang korban dimintai uang terhadap mereka hadir, paling tidak paling tidak, insyallah para korban segera melaporkan," kata ketua komisi D DPRD Kota Makassar, Wahab Tahir, Selasa (18/5/2021).

Wahab menduga ada 200 guru yang dimintai uang Rp 2 juta per tanda tangan. Uang itu sebagai uang pelicin pengurusan kenaikan pangkat para guru.

"Baru melapor cukup banyak, asumsikan dalam satu tahun 200 orang mengurus kenaikan pangkat artinya ada sekitar Rp 400 juta dalam setahun, belum untuk administrasi lainnya," jelasnya

Olehnya itu, Wahab meminta para korban yang pernah diambil uangnya segera datang melapor ke DPRD Kota Makassar. Korban dijamin akan dilindungi.

"Kita harap mudah mudahan dalam waktu tidak lama, pihak dirugikan, korban kepengurusan pangkat dan jabatan lapor ke Komisi D dan kami secara cermat korban insyaallah kami akan lindungi," tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Danny Pomanto meminta untuk mengusut dugaan jual-beli tanda tangan yang terlibat. Danny juga menemukan adanya pegawai honor seperti sopir yang ikut mengambil keuntungan.

"Jadi saya sudah dengar, bahwa Kepsek dan guru diambil uangnya dan bukan hanya pejabat (pelaku), sopir semua di bayar untuk memudahkan pengurusan dan indikasi dugaan korupsi," kata Danny.

Danny kemudian mengancam akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Hal ini sebagai efek jera bagi mereka.

"Ini semua akan di usut (polisi). Supaya lain kali orang bisa tobat atas perbuatan ini. Pencopotan akan pasti dilakukan," tegasnya.

(aud/aud)