Ini Tampang Pemuda NTB Hujat Palestina di TikTok

Faruk - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 11:59 WIB
Pemuda di Lombok diamankan polisi karena menghujat Palestina dengan kata kotor (Foto: dok. Istimewa)
Pemuda di Lombok diamankan polisi karena menghujat Palestina dengan kata kotor (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Hilmiadi alias Ucok (23) ditangkap polisi karena menghina Palestina lewat media sosial (medsos) TikTok. Pria yang bekerja sebagai petugas kebersihan di kampus swasta di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu terancam dipenjara 6 tahun.

Ucok ditangkap Polsek Gerung pada Sabtu (15/5). Meski telah menyatakan permintaan maaf, kasus Ucok terus diproses polisi.

"Terancam terkena Pasal 28 ayat 2 juncto 45A ayat 2 UU ITE ancamannya 6 tahun penjara. Pelaku juga sudah minta maaf," kata Dirkrimsus Polda NTB Kombes Eka Wana Prasta kepada detikcom, Selasa (18/5/2021).

Saat ditangkap, tampak Ucok mengenakan kaus berwarna hitam. Dia lalu dibawa ke Polsek Gerung dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Ucok juga ditahan polisi. Saat ini dia masih diperiksa intensif agar kasusnya dipersidangkan.

Yang bersangkutan ditahan dan diproses sidik," kata Kombes Eka.

Dilihat detikcom dalam video TikToknya, Hilmiadi mengaku salah menyebut negara.

"Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh. Tolong dimaafkan atas kekhilafan saya, dan saya cuma salah paham aja. Dan saya salah sebut, ternyata yang menjajah itu adalah Israel, Israel f**k you, gitu. Mohon maaf ya atas kekhilafan saya," kata Ucok.

Video Ucok menghina Palestina viral di media sosial. Ucok terlihat sendiri dalam video tersebut.

Dia menghina Palestina dengan sebutan nama hewan dan mendukung atas penyerangan yang terjadi ke negara tersebut.

Video tersebut dikecam banyak pihak. Sebab, saat ini Palestina sedang menghadapi serangan yang tak henti-henti dilakukan Israel. Setidaknya ada 212 orang tewas akibat serangan Israel hingga hari ini.

Kasus penghinaan melalui TikTok bukan hanya dilakukan Ucok. Seorang siswi di Bengkulu membuat konten serupa dan menjadi sorotan. Namun kasus siswi tersebut diselesaikan lewat jalur mediasi.

(jbr/idh)