MIT Poso Belum Berhasil Ditangkap, Polri Ungkap Tantangannya

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 18:58 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar ada 2 orang. Para pelaku sempat dicegah memasuki Gereja
Kadiv Humas Polri Irjen (Argo Yuwono Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora kembali beraksi dengan melakukan pembunuhan keji terhadap petani di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng). Dalam 100 hari kerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, kelompok MIT belum bisa dibinasakan.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menegaskan Satgas Madago Raya yang ada di Poso masih bekerja. Dia meminta masyarakat tidak membayangkan kondisi geografis di Poso seperti di Jakarta.

"Ya tentunya kan kita ada satgas di sana ya. Ada satgas yang ada di Poso. Dan kalau teman-teman lihat bahwa di sana itu geografisnya tidak sama seperti kita bayangkan di Jakarta maupun di tempat-tempat lain yang tidak banyak tantangan," ujar Argo kepada wartawan di kantornya, Senin (17/5/2021).

Argo menjelaskan kondisi geografis di Poso tempat MIT beraksi merupakan gunung yang membuat tidak semua personel bisa naik. Menurutnya, kondisi tubuh anggota harus disesuaikan di sana.

"Di sana ada gunung yang kalau di atas gunung itu kadar oksigennya berkurang. Tidak semua personel bisa naik ke sana. Dan kondisi badan, tubuh, yang harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan di sana," tuturnya.

Meski demikian, Argo memastikan kelompok MIT pimpinan Ali Kalora itu terus dikejar Satgas Madago Raya. Apalagi baru-baru ini MIT kembali melakukan pembunuhan keji.

"Dan tentunya dengan adanya kemarin kejadian yang menewaskan warga, dan kita mengejar. Kita sudah, kita bisa tahu dari saksi yang lihat kelompok MIT yang melakukan dan tentunya tetap Polri bantu TNI untuk melakukan pengejaran yang bersangkutan," ucap Argo.

Sebelumnya, teroris MIT Poso, Sulawesi Tengah, melakukan aksi biadab dengan melakukan pembunuhan keji terhadap 4 petani warga di Desa Kalimago, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Selasa (11/5).

Saksi warga setempat melaporkan bahwa pelaku tindakan keji ini adalah Qatar bersama 4 orang gerombolan teroris lainnya, yang merupakan anggota organisasi teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Sedangkan empat orang petani yang menjadi korban adalah Sdr MS (52), SS (61), P, dan L.

Dari 4 korban, 2 warga sebelumnya ditemukan dengan kepala terpenggal. Ke-2 warga itu dibunuh secara sadis oleh kelompok MIT di kawasan perkebunan warga di Desa Kalimango, Kecamatan Lore Timur, Poso, pada Selasa (11/5) pagi.

"Jadi ada dua korban ditemukan tewas," ujar Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Supranoto kepada detikcom, Selasa (11/5).

(imk/imk)