Gerindra Minta RI Aktif Bela Palestina, Ungkit Tujuan Bangsa Merdeka

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 16 Mei 2021 11:24 WIB
Sufmi Dasco Ahmad
Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengutuk keras aksi serangan Israel ke warga Palestina. Dasco menyebut serangan Israel bukan hanya kejahatan kemanusiaan, tetapi juga tragedi yang harus secepatnya dihentikan.

"Kita semua prihatin dengan apa yang dialami warga Palestina, sekaligus mengecam keras tindakan Israel. Tragedi kemanusiaan ini harus segera diakhiri karena sudah terlalu banyak memakan nyawa orang tak berdosa" kata Dasco, Minggu (16/5/2021).

Ketua Harian DPP Partai Gerindra ini mendesak pemerintah RI melancarkan protes keras dan turut berperan aktif menyuarakan kedamaian atas nama negara. Dasco mengungkit konstitusi dan tujuan Indonesia merdeka.

"Konstitusi kita jelas mengatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Dan tujuan Indonesia merdeka juga salah satunya, melindungi segenap tumpah darah, menjaga ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Amanat konstitusi kita harus disuarakan dengan lantang di tingkat internasional," ujar Dasco.

Dasco meminta seluruh masyarakat turut serta menyuarakan perdamaian meski tidak turun ke jalan. Masyarakat dimintanya mendoakan korban tragedi peperangan dan mendoakan ketenteraman dunia.

"Cara yang paling tepat kita lakukan saat ini adalah mendoakan agar dunia senantiasa dipayungi kedamaian, baik itu kedamaian di Palestina, kedamaian di Indonesia, maupun kedamaian di seluruh dunia," kata Dasco.

Serangan Israel terhadap Palestina banjir kecaman dari berbagai macam kalangan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Israel menghentikan agresi.

Presiden Jokowi menyatakan hal itu melalui akun Twitter-nya @jokowi seperti dilihat detikcom, Sabtu (15/5/2021). Jokowi mengatakan, dalam beberapa hari terakhir, dia berbicara dengan sejumlah pemimpin di ASEAN. Mereka membahas situasi global termasuk situasi di Palestina yang, menurutnya, memprihatinkan.

Jokowi mengatakan telah berkomunikasi dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Raja Malaysia Yang Dipertuan Agong Sultan Abdullah, Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong, Presiden Afganistan Ashraf Ghani, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, hingga Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin.

"Dalam beberapa hari terakhir, saya berbicara dengan Presiden Turki, Yang Dipertuan Agong Malaysia, PM Singapura, Presiden Afganistan, Sultan Brunei Darussalam dan PM Malaysia (15/5)," kata Jokowi.

(gbr/idn)