Terpopuler sepekan

Heboh Serda Nurhadi Dikepung Debt Collector, 11 Orang Jadi Tersangka

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Minggu, 16 Mei 2021 10:32 WIB
Jakarta -

Pengepungan seorang anggota TNI Angkatan Darat (AD) bernama Serda Nurhadi yang dicegat dan dikerubungi oleh sejumlah debt collector viral di media sosial.

Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS mengatakan peristiwa itu terjadi pada Kamis (6/5/2021). Kejadian itu berada di dekat Gerbang Tol (GT) Koja Barat, Jakarta Utara.

"Pada saat Serda Nurhadi anggota Babinsa Semper Timur Kodim 0502/ Jakut berada di Kantor Kelurahan Semper Timur dan adanya laporan dari anggota PPSU/Satpol PP atas nama Muh Abduh melihat ada kendaraan yang dikerubuti oleh kelompok orang sehingga menyebabkan kemacetan, kurang-lebih 10 orang, kemudian di dalam mobil tersebut ada anak kecil dan seorang yang sakit (om dan Tante N)," kata Herwin dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/5/2021).

Melihat kejadian itu, Nurhadi mengambil alih kemudi mobil. Dia kemudian membawa warga tersebut ke rumah sakit.

"Karena kondisi kurang bagus, maka Serda Nurhadi membawa mobil tersebut ke Polres Jakut dengan diikuti oleh beberapa orang debt collector," ucapnya.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya 11 orang ditetapkan sebagai tersangka. Polisi juga menahan 11 debt collector itu.

Ke-11 pelaku itu berinisial YAKM, JAD, HHL, HEL, PA, GL, GYT, JT, AM, DS, dan HRL. Mereka ditangkap petugas pada Minggu (9/5) sore.

"Kita kenakan Pasal 335 KUHP ayat 1 itu perbuatan tidak menyenangkan dengan cara kekerasan atau Pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan juncto Pasal 53,"' sebut Guruh.

Polisi menetapkan 11 tersangka terkait pengepungan Serda Nurhadi oleh debt collectorPolisi menetapkan 11 orang sebagai tersangka terkait pengepungan Serda Nurhadi oleh debt collector. (Dok. Polres Jakut)

Koordinator debt collector, Hendrik Leatomu, mengakui menyalahi aturan terkait penarikan mobil leasing yang berujung pengepungan anggota TNI AD, Serda Nurhadi, di Jakarta Utara. Hendrik Liatongu meminta maaf atas insiden tersebut.

"Saya yang ditugaskan sebagai eksekutor untuk mengeksekusi mobil tersebut dan pada saat kejadian itu saya dan rekan-rekan sebesar-besarnya meminta maaf kepada, terutama TNI Angkatan Darat dan Bapak Babinsa Pak Nurhadi, saya minta maaf yang sebesar-besarnya, Pak, atas yang kemarin kita lakukan," kata Hendrik Leatomu dalam jumpa pers di Makodam Jaya, Senin (10/5/2021).

Hendrik merasa menyesal atas apa yang telah dilakukan. Dia kemudian meminta maaf.

"Saya menyesal dengan apa yang saya lakukan kemarin, sekali lagi saya minta maaf dan akan bertanggung jawab dengan apa yang kami sudah perbuat dengan hukum yang berlaku," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2