KPAI Minta Gadis Diperkosa Perampok di Bekasi Diberi Perlindungan Penuh

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Minggu, 16 Mei 2021 08:17 WIB
poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta -

Gadis 15 tahun di Bintara Bekasi menjadi korban pemerkosaan saat rumahnya dirampok. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta anak yang menjadi korban itu diberikan pendampingan psikologi.

"Anak ini diperkosa ya, jadi tolong betul-betul perlindungan pada korban itu segera. Jadi polisi koordinasikan langsung ke bagian yang menangani. Pemerintah, negara segera hadir. Kalau perkosaan dan perampokan, ya Allah, saya tidak bisa membayangkan betapa hancurnya anak ini dalam kondisi dia dalam hari raya, lagi senang-senang. Nah ini mohon pemberitaan utuh silakan ditanya sudah sampai mana anak ini dapat perlindungan," kata Komisioner KPAI, Ai Maryati kepada wartawan, Sabtu (15/5/2021).

Ai Maryati mengatakan pihaknya telah menghubungi KPAD Bekasi agar segera menemui korban. Dia meminta agar korban segera diberikan pendampingan.

"Saya tadi kontak KPAD dan DP3 agar segera anak ini didatangi diberikan perlindungan optimal, minimal psikologi, dia harus ada teman dan bercerita. Pasti ini menghancurkan psikologis dia, fisik dia. Itu fokus kami, nanti mungkin di hari kerja kami akan dorong. Mungkin dari KPAD Bekasi saya kira sudah meluncur untuk segera lakukan asesmen kepada situasi ini, monitoring. Dia datang tentu membawa psikolog, karena tentu KPAI melakukan asesmen bukan tugasnya. Langkah yang paling prioritas adalah perlindungan pada korban," jelas dia.

Ai Maryati berharap pihak kepolisian segera berkoordinasi dengan pihak perlindungan anak. Dia mengatakan kasus ini harus segera ditangani.

"Saya kira polisi itu harus selalu terkoneksi dengan jejaring perlindungan anak ketika mendapatkan misalnya situasi buruk begini. Kan langsung itu, ketika polisi telepon saya yakin banget DP3, KPAD, psikolog itu pasti sangat... karena udah tugas dan fungsi," jelasnya.

"Saya kira itu betul-betul polisi harus menahan dan menindak tegas, ini perampokan disertai perkosaan kepada anak lagi, saya tidak bisa bayangkan betapa sedihnya akan ini dan keluarganya. Diobati ya, saya nggak bisa bayangkan. Perkosaan dengan bujuk rayu aja anak gimana kondisi terguncangnya, ini perkosaan dengan kekerasan, ini bisa dibayangkan betapa mendesaknya situasi harus dilindungi anak ini," lanjutnya.

Simak selengkapnya

Saksikan juga 'Gegara BLT Tak Cair, Suami di Jambi Tega Aniaya-Tusuk Istri':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2