Perekaman di Kamar Mandi Bobobox, Terduga Pelaku-Korban Akan Dikonfrontasi

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 15 Mei 2021 22:37 WIB
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Teuku Arsya Khadafi
Foto: Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Teuku Arsya Khadafi (Afzal/detikcom)
Jakarta -

Polisi masih menyelidiki insiden perekaman di kamar mandi hotel kapsul Bobobox, Jakarta Pusat yang dilakukan tamu sesama pria. Polisi akan mengkonfrontasi korban dengan terduga pelaku.

"Ada rencana korban dan terduga pelaku mau bertemu," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Teuku Arsya Khadafi saat dihubungi detikcom, Sabtu (15/5/2021).

Arsya belum bisa memastikan arah pertemuan korban dan terduga pelaku. Arsya hanya menyampaikan pihaknya akan mengkonfrontasi korban dan terduga pelaku.

"Belum tahu (bertemu untuk berdamai), makanya, mau kita konfrontasikan dulu," ujarnya.

Arsya memastikan korban dan terduga pelaku tidak saling kenal. Terduga pelaku sendiri sudah dua hari menginap di hotel kapsul Bobobox.

"Korban nginep sehari, kalau pelakunya dua hari (menginap di Bobobox). Tapi, semuanya sama selesai di hari itu," tuturnya.

Arsya mengungkapkan terduga pelaku merekam korban yang sedang mandi dengan menggunakan kamera ponsel. Ponsel tersebut diletakkan oleh terduga pelaku pada sekat kamar mandi.

"Karena pas mandinya kan kamar mandi umum, disekat-sekat gitu, mungkin karena kosong dilihat ada orang di sebelahnya," imbuhnya.

Korban menyadari dirinya di rekam setelah melihat kilatan cahaya. Aksi perekaman itu disebutnya tidak berlangsung lama.

"Sebentar aja itu. Pada saat dia mulai merekam itu, flash light nyala, sehingga korban menyadari ada cahaya dari atas," lanjutnya.

Polisi telah meminta keterangan dari terduga pelaku. Saat ini terduga pelaku masih berstatus sebagai saksi.

Sementara polisi telah menyita rekaman ponsel terduga pelaku. Ponsel terduga pelaku diperiksa Labfor untuk didalami apakah ada korban lain yang direkam, selain korban.

(mei/bar)