Round-Up

Taktik Bertahan Ngabalin Usai Sebut Busyro 'Otak Sungsang' Panen Kritikan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 15 Mei 2021 21:05 WIB
Ali Mochtar Ngabalin dan Busyro Muqoddas (Repro detikcom)
Foto: Ali Mochtar Ngabalin dan Busyro Muqoddas (Repro detikcom)

Perkara sebutan 'otak sungsang' yang menuai kritik membuat Ngabalin kembali buka suara. Dia membela diri dan meminta Busyro menarik ucapan yang menilai KPK tamat di tangan Jokowi.

"Ya sebetulnya Pak Busyro harus tarik kata-katanya itu sebagai tokoh, sebagai ... beliau harus menarik kalimatnya. Karena itu tidak bagus bagi presiden, bagi pemerintah, itu tidak bagus. Pak Busyro harus menarik kata-katanya," kata Ngabalin kepada wartawan, Sabtu (15/5/2021).

Ngabalin mengatakan sebutan 'otak sungsang' terhadap Busyro karena dirinya menyoroti posisi Busyro Muqoddas sebagai pimpinan Muhammadiyah serta mantan pimpinan KPK. Menurut Ngabalin, pernyataan Busyro tersebut cenderung prejudice.

"Karena beliau kan mantan Ketua KPK, tapi kalau beliau mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang prejudice, bias, itu kan pernyataan yang provokator sebetulnya, prejudice kan. Jadi kalau beliau tidak menjabat sebagai Ketua Bidang Hukum dan HAM PP Muhammadiyah saya tidak ambil pusing, tapi karena beliau adalah Ketua Bidang Hukum dan HAM PP Muhammadiyah maka saya harus ambil pusing," ujarnya.

Ngabalin menyebut sepanjang sejarah PP Muhammadiyah tidak ada pimpinan aktif yang bersikap prejudice seperti Busyro. Menurutnya, apa yang disampaikan Busyro sangat politis.

"Jadi justru saya sayang sama Pak Busyro Muqoddas, kenapa beliau memposisikan diri seperti pekerja LSM antikorupsi di organisasi yang begitu hebat, itu kan organisasi kita semua. Kalau beliau mau memposisikan diri seperti pekerja LSM antikorupsi jangan ada di Muhammadiyah supaya lebih bebas," ucapnya.

Dia menilai bahwa KPK tamat di tangan Jokowi seperti yang diungkap Busyro hanyalah fitnah. Oleh karena itu, kata Ngabalin, kritikan 'otak sungsang' sebagai pengingat dirinya terhadap Busyro agar tidak asal menilai.

"Saya sayang sama Muhammadiyah, saya sayang sama Busyro Muqoddas, makanya saya harus ingatkan dengan cara saya, saya karena anak timur, saya harus bicara apa adanya tidak boleh saya sembunyi-sembunyi. Tidak ada sulitnya untuk mereka bisa sampaikan, tapi kalau begitu caranya prejudice begitu pasti saya lawan," ujarnya.

Lebih jauh, Ngabalin merasa tak masalah jika nanti dirinya dan Busyro harus berdialog untuk menyelesaikan polemik ini. Namun dia meminta agar Busyro tidak mengulangi kritikan dengan cara saat ini.

"Saya kan junior, tidak ada masalah (kalau berdialog). Kalau di Muhammadiyah itu ada cara untuk menyelesaikan masalah-masalah begini, cara internal. Cuma saya harus kasih tahu supaya jangan mengulangi begitu, nanti kita dinilai sama seperti orang lain. Jadi saya harus kasih tahu secara keras supaya jangan ulangi dengan cara begitu," katanya.

Halaman

(fas/eva)