2 Jenderal Pantau Penyekatan di Perbatasan Sumut-Riau

Ahmad Fauzi Manik - detikNews
Sabtu, 15 Mei 2021 21:05 WIB
Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simajuntak bersama Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hasanuddin meninjau pelaksanaan Operasi Ketupat Toba di Labuhanbatu. (Ahmad FIM/detikcom)
Foto: Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simajuntak bersama Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hasanuddin meninjau pelaksanaan Operasi Ketupat Toba di Labuhanbatu. (Ahmad FIM/detikcom)
Labuhanbatu -

Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Panca Putra Simajuntak bersama Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hasanuddin mengunjungi Polres Labuhanbatu. Keduanya meninjau pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2021.

"Hari ini Bapak Kapolda dan Bapak Panglima mengunjungi wilayah hukum Polres Labuhanbatu, untuk melihat secara langsung pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2021," kata Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan, kepada wartawan di Mapolres Labuhanbatu, Sabtu (15/5/2021).

Deni mengatakan kedua jenderal bintang dua tersebut mengunjungi pos polisi Sei Beruhur, di Kecamatan Torgamba, Labuhanbatu Selatan. Pos ini merupakan pos pemeriksaan di perbatasan Provinsi Sumut dan Riau.

Menurut Deni, dalam kunjungannya Kapolda menilai kondisi di Labuhanbatu berjalan kondusif. Karena itu, Kapolda memberi apresiasi atas kinerja positif yang ditunjukkan personel Polres Labuhanbatu.

"Alhamdulillah berdasarkan hasil monitoring beliau, situasi wilayah hukum Polres Labuhanbatu berjalan dengan sangat kondusif," ujar Deni.

Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simajuntak bersama Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hasanuddin meninjau pelaksanaan Operasi Ketupat Toba di Labuhanbatu. (Ahmad FIM/detikcom)Keduanya juga sempat meninjau Polres Labuhanbatu. (Ahmad FIM/detikcom)

Berdasarkan data Polres Labuhanbatu, sejak awal pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2021 sejak 6 Mei 2021, sebanyak 1.900 kendaraan tercatat masuk dari Riau ke Sumut. Jumlah tersebut, dikatakan Deni, merupakan jumlah akumulasi seluruh kendaraan yang melintas melalui pos polisi Sei Beruhur.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 185 kendaraan diperintahkan untuk melakukan putar balik. Alasannya, kendaraan tersebut terindikasi merupakan pengendara yang berupaya untuk mudik.

"Dari 1.900 kendaraan tersebut, mayoritas merupakan kendaraan pengangkut barang. Sementara untuk kendaraan pribadi, ada 185 yang kita suruh putar balik karena diduga sebagai pemudik," jelas mantan Kapolres Nias tersebut.

Selain itu, selama 10 hari pelaksanaan Operasi Ketupat Toba, ada 28 orang yang diminta menjalani pemeriksaan antigen rapid test COVID-19. Hasilnya, 1 orang dinyatakan positif COVID-19.

"Setiap orang yang suhu tubuhnya melebihi 37 derajat celcius, kita wajibkan untuk menjalani tes antigen COVID-19. Dari 28 yang diperiksa, 1 reaktif COVID-19," katanya.

(jbr/jbr)