Satgas Waspadai Teori Pingpong COVID di Sumatera-Jawa, Apa Itu?

Kadek Melda - detikNews
Sabtu, 15 Mei 2021 15:01 WIB
Doni Monardo
Ketua Satgas COVID-19 Letjen Doni Monardo (Foto: dok. BNPB)
Jakarta -

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letjen Doni Monardo berharap penyekatan mudik yang diterapkan saat ini dapat menekan penyebaran virus Corona (COVID-19). Dia tidak ingin nantinya terjadi teori pingpong.

"Betul Sumatera mengalami tren kenaikan selama satu bulan terakhir ini. Sementara itu Pulau Jawa kita lihat angkanya relatif melandai. Nah, kita tidak ingin teori pingpong ini terjadi. Karena itu, upaya pemerintah melakukan penyekatan diharapkan bisa berhasil," kata Doni dalam siaran di YouTube BNPB, Sabtu (15/5/2021).

Teori pingpong yang dimaksud Doni adalah ibarat bola pingpong, kenaikan kasus aktif diharapkan tidak berpindah dari Jawa ke Sumatera sebelum Lebaran dan kembali lagi ke Jawa pasca-Lebaran.

Dia juga memberi analogi pergerakan kasus COVID-19 ini dengan teori balon. Maksud dari teori ini ialah, ketika balon ditekan di satu bagian, bagian lain akan mengembung. Dan ketika bagian yang ditekan dilepaskan, akan kembali lagi seperti semula.

Tercatat ada 440 ribu orang yang akan menyeberang ke Jakarta selama libur Lebaran. Penyekatan dilakukan untuk memastikan orang yang akan kembali ke Jakarta untuk bekerja dalam kondisi baik.

Berdasarkan data yang disampaikan Satgas COVID-19, pada periode sebelum atau awal Ramadhan, persentase kasus COVID-19 di wilayah Sumatera tergolong lebih rendah dari kasus di Pulau Jawa. Namun pada periode menjelang atau pasca-Idul Fitri, terjadi kondisi sebaliknya.

Kondisi kasus Corona di Sumatera dan Jawa sebelum serta setelah lebaran (dok Satgas COVID-19)Kondisi kasus Corona di Sumatera dan Jawa sebelum serta setelah lebaran (dok Satgas COVID-19)

Doni juga menyoroti wilayah lain di luar Jawa, yakni Kalimantan Barat. Dia menyebut beberapa bulan terakhir banyak pekerja migran Indonesia dari Malaysia yang tiba beberapa di antaranya positif COVID-19.

"Dan wilayah lain selain Pulau Sumatera, seperti halnya Kalimantan Barat, yang beberapa bulan terakhir ini menerima begitu banyak pekerja migran Indonesia dari Malaysia yang tidak sedikit juga setelah dilakukan pemeriksaan ada yang positif COVID," ujarnya.

Doni mengatakan kerja sama dan kerja keras semua pihak merupakan bentuk wujud nyata kontribusi terhadap negara dalam perang melawan COVID-19. Dia memberikan apresiasi atas kerja keras dan kerja sama semua pihak di daerah yang telah terbangun dalam menghadapi COVID-19 selama ini.

"Karena itu, kerja sama dan kerja keras semua pihak di berbagai daerah kami berikan apresiasi dan ini bagian wujud nyata kita untuk memberikan kontribusi kepada negara dalam perang menghadapi COVID," imbuhnya.

Simak juga Video: Kasus COVID-19 Sumatera Naik, Pulau Jawa Turun

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)