e-Life

Bahas Nasib Angpao Lebaran Anak di 'MPR'

dtv - detikNews
Sabtu, 15 Mei 2021 10:37 WIB
Jakarta -

Saat Lebaran tiba, biasanya terdapat suatu tradisi bagi-bagi uang Lebaran atau angpao kepada sanak saudara, termasuk untuk anak kecil. Tradisi tersebut masih kerap dijalankan oleh banyak orang hingga saat ini.

Ketika anak mendapat angpao Lebaran, mungkin sebagian orang tua belum paham betul hal apa yang seharusnya dilakukan dalam mengedukasi anak perihal pengelolaan uang sejak dini. Salah satu hal yang perlu dilakukan ialah mengajari anak perihal menabung dan mengadakan rapat keluarga untuk mengantisipasi banjir angpao jika perlu.

"Nah, itu (uang Lebaran) sesuatu yang harus disyukuri. Tetapi tetap harus dipertanggungjawabkan untuk tidak digunakan secara sembarangan. Perlu ada semacam rapat keluarga diskusi berbicara dari hati-ke hati menyambut saat Lebaran tiba-tiba ada booming uang," jelas Dr Seto Mulyadi, SPsi, MSi, atau biasa dikenal dengan Kak Seto pada program e-Life.

Perihal penyimpanan uang itu sendiri, Kak Seto menjelaskan uang yang didapat anak boleh saja disimpan oleh orang tuanya. Namun tetap atas persetujuan anak itu sendiri.

"Sebetulnya pada anak ini melekat konsep apa yang disebut consent atau persetujuan. Kita juga harus melihat cara berpikir anak, sehingga tetap perlu adanya bimbingan. Bimbingan jadi tidak terlalu demokratis, tapi juga tidak terlalu otoriter," jelas Kak Seto.

Unsur kejujuran juga sangat diperlukan dalam pengelolaan uang anak, baik dilakukan oleh orang tua maupun oleh anak itu sendiri. Ketika orang tua tidak sengaja menggunakan uang anak, uang tersebut harus dikembalikan dan tetap dalam pengetahuan anak. "Artinya, di dalam pengelolaan keuangan juga diperlukan unsur kejujuran. Nah, orang tua juga harus bisa memelopori atau meneladani cara-cara yang jujur juga," ujar Kak Seto.

Mengenalkan kecerdasan finansial pada anak juga berguna bagi masa depan mereka. Perihal konsep menghitung, menabung, dan tidak menggunakan uang secara sembarangan akan membentuk sikap anak hingga menjadi kebiasaan saat mereka dewasa. "Jadi betul-betul anak sejak sekarang sudah bisa memperhitungkan masa depannya dengan belajar dari awal tentang bagaimana mengenal jumlah uang yang dimiliki. Kemudian bagaimana melipatgandakan, sehingga dengan jumlah yang semakin banyak, dia juga akan mengalami kemudahan untuk hidupnya nanti setelah dewasa," jelas Kak Seto.

(gah/gah)